PEKALONGAN: PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IV Semarang mulai menguji coba kereta api ekonomi AC yang akan digunakan untuk melayani penumpang dalam angkutan Lebaran tahun ini.
Kereta api (KA) ekonomi AC yang sedianya akan dioperasikan sebagai KA Tawang Jaya Lebaran rute Semarang-Jakarta dan sebaliknya melayani arus mudik dan balik Lebaran 2012 itu, diuji coba dari Stasiun Pekalongan menuju Tegal, Jawa Tengah hari ini.
“KA Tawang Jaya Lebaran akan dioperasikan mulai H-10 (sepuluh hari sebelum Lebaran), tepatnya 9 Agustus 2012 dari Jakarta ke Semarang. Sedangkan dari Semarang ke Jakarta akan dioperasikan mulai 10 Agustus 2012,” ujar Kepala PT KAI Daops IV Semarang Arief Wahyudi hari ini.
Arief menyebutkan KA ekonomi AC tersebut memiliki 10 gerbong dengan kapasitas 80 orang setiap gerbongnya sehingga kapasitas total penumpang dalam satu rangkaian KA mencapai 800 orang.
KA ekonomi AC buatan PT Industri KA (Inka) tersebut memiliki tempat duduk yang sama dengan KA ekonomi biasa, tetapi dilengkapi dengan AC di setiap gerbongnya dan pintunya sudah menerapkan sistem otomatis.
“Kami juga mendapatkan tambahan KA Tawang Jaya non-AC untuk angkutan penumpang Lebaran 1433 H. Nantinya, ada tiga jadwal pemberangkatan KA Tawang Jaya, dua KA tambahan dan satunya KA reguler,” tuturnya.
Jadwal keberangkatan KA Tawang Jaya dari Semarang, kata dia, yakni KA Tawang Jaya reguler pukul 19.00 WIB, Tawang Jaya Lebaran non-AC pukul 18.00 WIB, dan Tawang Jaya Lebaran AC berangkat pukul 07.05 WIB. Ketiga KA ekonomi itu berangkat dari Stasiun Poncol Semarang.
Rencana ke depannya, lanjutnya, operasional KA ekonomi AC tersebut tidak hanya dilakukan untuk masa Lebaran, tetapi dioperasikan melayani masyarakat seperti KA-KA reguler lainnya.
“Setelah Lebaran, KA Tawang Jaya ekonomi AC tetap dioperasikan sebagai tambahan untuk melayani penumpang rute Semarang-Jakarta sehingga nantinya akan ada KA Tawang Jaya, yakni ekonomi AC dan non-AC,” ujarnya.
Menurut dia, pengoperasian KA Tawang Jaya ekonomi AC itu, akan dilakukan seiring tingginya permintaan, mengingat tingkat okupansi penumpang KA tersebut selama ini selalu mencapai 80% dari kapasitas total penumpang. (ant/rsj)
