SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo prihatin terhadap teror pada malam Lebaran di Solo, Sabtu (18/8) pukul 23.32 WIB.
“Ujung Ramadhan justru diwarnai dengan hal kurang baik,” kata gubernur setelah shalat Idul Fitri 1433 Hijriah di Semarang, Minggu.
Menurut dia, saat ini umat sedang memperjuangkan keislaman dengan menegakkan kejujuran dan kedamaian, serta menanamkan benih kepribadian yang terpuji.
Ia meminta tindak kekerasan semacam itu disadari, kemudian diakhiri.
“Mari kita akhir, menuju daerah yang stabil, dinamis, menyongsong pembangunan untuk masyarakat yang lebih sejahtera,” katanya.
Ledakan keras terjadi di Pospam Gladak Jalan Jenderal Sudirman Solo pada Sabtu (18/8) sekitar pukul 23.32 WIB, yang diduga berasal dari benda sejenis granat.
Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Polisi Asdjima’in mengatakan, granat dilempar oleh orang tidak dikenal yang berboncengan sepeda motor.
Ledakan yang menyebabkan kerusakan pospam tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Teror serupa sebelumnya juga terjadi di Pospam Lebaran di Jalan Brigjen Sudiarto Solo, pada Jumat (17/8) dini hari.
Pospam Lebaran tersebut diberondong tembakan oleh orang tidak dikenal sekitar pukul 01.00 WIB.
Penembakan tersebut melukai dua petugas jaga, yakni Bripka Endro Margiyanto dan Brigradir Kukuh Budiyanto. Petugas menemukan sebanyak sembilan selongsong peluru dan enam proyektil di depan pospam tersebut.
Selain itu, peritiwa tersebut mengakibatkan tiga lubang dinding depan pospam, terkena tembakan, sedangkan di sebelah kiri juga tiga lubang tembakan. Tembakan juga mengena kursi plastik. (ANT/DOT)
