SEMARANG: Dirjend Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan menjanjikan tetap merawat jalan perkampungan, guna menghindari timbulnya dampak negatif pada masyarakat, menyusul sebagian lahan rakyat telah dimanfaatkankan untuk akses pembangunan double track KA jalur Semarang-Bojonegoro.
Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengatakan jalan kampung tetap akan diberikan perawatan agar tidak menimbulkan dampak negatif pada masyarakat terkait dengan digunakannya lahan rakyat selama pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Semarang-Bojonegoro.
“Pelaksanaan pekerjaan fisik jalur ganda KA masih kesulitan teknis yang dialami oleh Satuan Keja (Satker) khususnya saat membangun jalur Semarang-Bojonegoro yang tanahnya relatif lembek dan track ,” ujarnya saat meninjau pembangunan jalur ganda di Semarang hari ini.
Di wilayah dekat perkampung, lanjutnya, akan dibuat jalan kerja, sehingga aksesnya dapat digunakan dengan menyewa lahan penduduk. Seluruh material yang diangkut truk melalui jalan masyarakat, maka diusahakan tidak ada kerusakan, kalau ada yang rusak akan diperbaiki untuk dikembalikan seperti kondisi semula.
Menuruynya, kondisi tanah di Semarang, relatif lembek, bahkan tanah kerasnya sangat dalam, sehingga terus terjadi penurunan. Khususnya yang ada di kali Banger, Kelurahan Kemijen, Semarang harus menggunakan rekayasa teknis berupa cerucut bambu yang diikat menjadi satu, dipancang dan menambah matras anyaman bambu lima lapis dan kemudian diurug tanah.
Sementara beberapa pekerja hingga kini masih terkonsentrasi di jembatan Kali Banger, Kemijen. Namun di areal perairan, sudah tidak ada lagi pekerjaan, menyusul sepanjang 1,5 kilometer areal sudah rata dengan tanah setelah selama dua bulan dibangun dengan konstruksi matras bambu.
Di wilayah Semarang, proyek rel ganda ini melintasi beberapa sungai besar, yakni Banjirkanal Barat dan Banjirkanal Timur serta beberapa sungai kecil yang tanahnya relatif lembek. (rsj)
