Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

PESERTA JAMSOSTEK: Sebanyak 9.356 Perusahaan Peserta Jamsostek di Jateng-DIY tidak aktif

Oleh on Thursday, 9 August 2012

SEMARANG: PT Jamsostek (Persero) Kanwil V Jateng-DIY menyebutkan jumlah perusahaan yang tidak aktif dalam kepesertaan jamsostek per Juni 2012 mencapai 9.356, atau 37,8% dari total kepesertaan sebanyak 24.794 perusahaan.

 

Kepala Kanwil PT. Jamsostek V (Jateng dan DIY), Ferry Atorid mengatakan sedangkan jumlah perusahaan yang aktif mengikuti program jamsostek mencapai 24.794 perusahaan atau 62,2% dari total perusahaan peserta jamsostek di wilayah ini.

 

“Kami hanya bisa selalu senantiasa menghimbau dan mengingatkan kepada ribuan perusahaan tersebut segera menyelesaikan persoalan tersebut, karena konsekuensinya perusahaan ini akan menghadapi kesulitan apabila terjadi sesuatu hal terkait ketenagakerjaan,,” ujarnya hari ini.

 

Dia menggambarkan, apabila terjadi sebuah kecelakaan kerja pada karyawannya, maka perusahaan tersebut harus menalangi terlebih dahulu santunannya, dan Jamsostek baru akan membayarkan santuan tenaga kerja jika persoalan kepesertaan jamsostek itu diselesaikan.

 

Sementara, menurut catatan Jamsostek Kanwil V Jateng-DIY, realisasi kepesertaan perusahaan formal di Jamsostek hingga Juni tahun ini mencapai 1.470 perusahaan dari target 2.530 perusahaan, sedangkan jumlah tenaga kerjanya sebanyak 149.854 dari target 233.210 tenaga kerja.
Adapun kepesertaan informal sudah mencapai 14.430 tenaga kerja dari target tahun ini sebanyak 36.690 tenaga kerja, dan kepesertaan program khusus jasa konstruksi mencapai 4.430 proyek dari target 12.631 proyek, dimana dengan tenaga kerja yang sudah dicapai sebanyak 481.218 orang.

 

“Realisasi kepesertaannya tahun ini memang masih minim, akibat beberapa hal, seperti k internal Jamsostek yang sedang pengembangan SDM lebih baik lagi, kondisi perusahaan masing-masing yang belum siap secara keuangan, atau pun lemahnya Law-Enforcement,” ujarnya.

 

Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Apindo Jateng, Frans Kongi mengatakan beberapa perusahaan yang belum mendaftar Jamsostek bisa jadi karena sedang mengalami kesulitan keuangan.
“Krisis yang terjadi di Eropa berdampak juga pada perkembangan usaha perusaahan disini, terutama yang berorientasi ekspor. Perusahaan terkadang juga mengalami kemunduran, sehingga sulit ikut kepesertaan Jamsostek,” ujarnya.

 

Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya menjamin semua anggota Apindo sudah ikut dalam program jaminan sosial yang ditawarkan Jamsostek, karena pada dasarnya kalangan industri berkomitmen untuk mendukung Jamsostek berkembang, karena semua perusahaan ingin hubungan industrial dengan tenaga kerjanya juga berjalan baik. (k39/rsj)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia