Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

PERTUMBUHAN EKONOMI DIY: Pertumbuhan Ekonomi DIY anjlok lebih rendah dari nasional

Oleh on Monday, 6 August 2012

YOGYAKARTA: Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan kedua tahun ini anjlok dan diprediksi stagnan, bahkan lebih rendah ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

 

Dalam siaran persnya Kabid Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Andi Suwandi menyebutkan  pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2012 terkontraksi atau turun 4,27% dibanding Triwulan I yang pertumbuhannya naik 1,53%.

 

Pertumbuhan ini diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan periode 2000. Kendati secara triwulan mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi Triwulan II dibanding triwulan yang sama 2011 (yoy) tercatat naik 5,23%.

 

Adapun total PDRB triwulan II atas dasar harga berlaku (nilai barang dan jasa yang dihasilkan setelah menghitung inflasi) mencapai Rp13,55 triliun. Angka itu lebih rendah dibanding Triwulan I yang mencapai Rp14 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan periode 2000 (nilai rill barang dan jasa yang dihasilkan) nominal PDRB hanya mencapai Rp4,27 triliun turun dari triwulan sebelumnya Rp5,82 triliun.

 

Anjloknya pertumbuhan ekonomi DIY triwulan II terutama disebabkan menurunya sektor pertanian sebesar 36,97%, dengan andil terbesar disumbang oleh produksi padi yang turun 48,41% serta jagung 84,53% serta diikuti sektor industri yang terkontraksi 2,65%.

 

“Produksi padi triwulan I masih mencapai 453.000 ton, sedangkan triwulan II hanya 233.000 ton. Padahal peranan padi (dalam sektor pertanian) mencapai 33%. Jagung triwulan I produksinya hampir 250.000 ton, triwulan II turun hanya tinggal 39.000 ton,” ujarnya dalam siara pers yang diterima hari ini.

 

Peneliti Ekonomi Bank Indonesia (BI) DIY, Fadhil Nugroho menilai melihat tren pertumbuhan ekonomi DIY yang turun saat ini, prediksi hingga akhir tahun, angka pertumbuhan ekonomi tetap cenderung stagnan atau sama dengan tahun-tahun sebelumnya. “Prediksinya antara 5% hingga 6%.

 

DIY itu, lanjutnya, memang pertumbuhannya masih sebatas itu dan sulit bisa naik 7% atau 9% dan  tetap akan di bawah ekonomi nasional. (JIBI/Harian Jogja/bes/rsj)

 

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia