Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

PANTAI BARON : Gunung Kidul Sulit Kembangkan Kawasan Terpadu Baron

Oleh on Friday, 3 August 2012

GUNUNG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami keterbatasan anggaran untuk mengembangkan Kawasan Terpadu Baron yaitu meliputi Pantai Baron, Baron Technopark dan Agroforestry Technopark.

“Kami sangat berharap ada investor yang akan menginvestasikan modalnya untuk mengembangkan Kawasan Terpadu Baron,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunung Kidul, Syarief Armunanto di Gunung Kidul, hari ini.

Ia mengatakan, pemkab Gunung Kidul pada 2012 melakukan pembuatan perencanaan teknis Kawasan Terpadu Baron dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DIY melalui DPUP dan ESDM Provinsi DIY.

Sedangkan pada 2013 akan dilakukan Penyusunan dokumen analisa dampak lingkungan (AMDAL) untuk Agroforestry Technopark (ATP) oleh Bappeda Provinsi DIY.

“Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul saat ini menggandeng The United Nations Human Settlements Programme (UN Habitat) dan Universitas Negeri Surakarta untuk penyusunan Business Plan ATP dan kajian Agroklimat ATP. Diharapkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak akan dapat mempercepat pembangunan ekonomi di Kabupaten Gunung Kidul,” kata Syarief.

Menurut dia, pengembangan Kawasan Terpadu Baron dilatarbelakangi potensi Pantai Baron yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, baik regional maupun internasional. Pemkab Gunung Kidul merasa perlu melakukan terobosan untuk pengembangannya. Diawali dengan inisiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta dengan membangun Baron Technopark (BTP) di Tanjung Parangracuk Desa Kanigoro.

“BTP adalah pusat kajian dan penelitian tentang energy terbarukan (renewable energy), yang dapat dijadikan wisata teknologi dan pendidikan. Saat ini sudah terpasang tiga sumber energi yaitu energi surya, angin dan biodiesel. Dengan teknologi hybrid ketiga sumber energi tersebut sudah menghasilkan energi yang sudah dapat dimanfaatkan,” kata Syarief.

Dengan adanya BTP, kata Syarief, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul mempunyai obsesi untuk mensinergikan BTP dengan Wisata Konvensional Pantai Baron, agar nilai tambah adanya BTP dapat lebih dioptimalkan.

Kemudian pada 2011 dengan menggandeng Pemprov DIY dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi DIY dilakukan penyusunan rencana induk pengembangan Kawasan Terpadu Baron, yaitu Pantai Baron, Baron Technopark dan Agroforestry Technopark (ATP).

“Khusus ATP adalah kawasan penelitian, pengembangan pertanian dan kehutanan sebagai penyangga BTP. ATP menggunakan tanah milik Dinas Kehutanan seluas 28 hektar. Ini merupakan kolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi DIY serta Dinas Kehutanan Kabupaten Gunung Kidul,” kata Syarief. (ANT/DOT)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia