SEMARANG – Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengintensifkan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang datang melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menerapkan sistem ‘Screening” sebagai sistem kewaspadaan dini mengantisipasi penularan wabah penyakit.
Kepala Dinkes Jateng Anung Sugihantono mengatakan sistem ‘screening’ yang diterpakan bagi pemudik yang datang dari luar pulau Jawa ini merupakan pola baru yang diawali oleh Jateng.
“Para pemudik yang datang melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, secara acak akan kami periksa kesehatanya sebagai tindakan kewaspadaan dini untuk mencegah menyebarnya penyakit yang kemungkinan dibawa oleh pemudik asal sejumlah daerah di lura pulau Jawa itu,” ujarnya.
Menurutnya, langkah screening tersebut perlu dilakukan mengingat daerah asal pemudik yang berada di luar Jawa, seperti Kalimantan dan Papua merupakan daerah endemis penyakit menular, seperti endemis malaria.
“Setelah diambil sampelnya secara acak, kami segera menindaklanjuti dengan langkah pemeriksaan laboratorium guna mengetahui hasilnya, sehingga bisa segera diputuskan tindakan selanjutnya, apabila ditemukan indikasi penyakit yang dikhawatirkan, bisa segera ditangani,” tuturnya.
Namun demikian, lanjutnya, setelah sejumlah sampel pemeriksaan dilakukannya selama ini, pihaknya mengaku belum menemukan indikasi penyakit menular tertentu, yang dibawa oleh pemudik.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Emas Semarang Anas Ma’ruf membenarkan bahwa langkah “screening” dilakukan bagi pemudik dari luar wilayah Jateng guna antisipasi penyebaran penyakit menular yang terbawa mereka sehingga tidak menyebar di Jateng.
“Upaya ini tidak hanya dilakukan hanya di pelabuhan sja, namun juga bandara. Setidaknya ada empat titik yang melakukan langkah ‘screening’, seperti Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Pelabuhan Kartini Jepara,” ujarnya.
Dia mentatakan, untuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, “screening” sudah dilakukan sejak Rabu (15/8) lalau, bagi pemudik dari KM Binaiya dan KM Leuser dengan mengambil sampel sebanyak 69 pemudik dan hasilnya negatif.
“Kamis (16/8), kami lakukan ‘screening’ serupa untuk pemudik yang menggunakan KM Kirana I dan KM Binaiya dengan sampel sebanyak 52 pemudik, namun hasilnya belum bisa diketahui karena masih dalam pemeriksaan,” tuturnya. (Foto:Bisnis-Jabar/DOT)
