SEMARANG – Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah V, Joni Swastanto mengatakan masyarakat Jateng masih optimistis kondisi perekonomian provinsi ini akan mengalami peningkatan.
Menurut dia hal itu terlihat dari survei Bank Indonesia Juli 2012 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen naik 2,82 poin, menjadi 121,12 dari bulan sebelumnya 118,30 poin.
Joni mengatakan peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Jateng naik sebesar 2,82 poin tersebut, lebih didorong oleh ketersediaan lapangan kerja dibeberapa wilayah di Jateng, seperti di Kota Semarang, Purwokerto, Tegal, dan Solo.
“Peningkatan optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja ini diperkirakan dipicu oleh dibukanya berbagai kesempatan kerja, baik untuk PNS, BUMN, maupun swasta beberapa wilayah di Jateng,” tuturnya hari ini.
Menurutnya, selain permintaan domestik masih bagus, dari sisi investasi terlihat dari sejumlah industri yang dikabarkan akan melakukan relokasi tempat usahanya tersebut masuk ke jateng, maupun rencana pembangunan pabrik-pabrik baru di wilayah Jateng.
“Ada perusahaan tekstil yang hendak membuat pabrik baru di wilayah Wonogiri, selain itu, relokasi sejumlah industri yang ada di Jabar pindah di Boyolali menjadi salah satu pemicu utama optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian Jateng mendatang,’ ujarnya.
Dia mengatakan, dari sisi penghasilan, optimisme masyarakat terhadap kondisi keuangan mereka pada enam bulan mendatang cenderung meningkat juga.
“Sedangkan dalam hal ekpektasi harga, konsumen memperkirakan harga secara umum pada tiga bulan mendatang masih relatif tinggi, terlihat dari indeks sebesar 186,5 poin, jauh diatas standart 100 poin,” tuturnya.
Menurutnya, harga yang masih relatif tinggi ini diperkirakan terjadi pada amyoritas kelompok barang,, terutma kelompok komoditas bahan makanan dan kelompok komoditas makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
“Faktor yang menjadi pendorongnya antara lain perkiraan ketersediaan barang/jasa pada awal 2013, terkait dengan faktor musiman (belum memasuki musim panen), serta kondisi distribusi barang,” ujarnya. (DOT)
