Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

IDUL FITRI : Penukaran Uang Capai Rp96 miliar

Oleh on Friday, 17 August 2012

SEMARANG – Transaksi penukaran uang oleh masyarakat di Kantor Bank Indonesia Semarang selama awal Ramadhan hingga H-5 Lebaran 2012 telah mencapai Rp96 miliar, seiring dengan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi.

Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY, Joni Swastanto mengatakan realisasi masyarakat menukarkan uang hingga batas akhir penukaran di Kantor BI pada Kamis (16/08) mendatang, diperkirakan akan mencapai sekitar Rp110 miliar.

“Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan prediksi kami sebelumnya yang memperkirakan realisasi penukaran uang tahun ini akan meningkat hingga 12% dari realisasi tahun lalau yang mencapai Rp100 miliar,” ujarnya, hari ini.

Dia mengatakan, penukaran uang oleh masyarakat di kantor BI Semarang sejak 23 Juli hingga 13 Agustus 2012, tercatat telah mencapai kurang lebih Rp89 miliar, dan pada 14 Agustus sekitar Rp7 milliar, sehingga totalnya sementara sekitar Rp96 miliar.

“Selama dua hari berikutnya 15-16 Agustus 2012 diperkirakan penukaran uang rata-rata harian akan mencapai sekitar Rp7 miliar juga, sehingga akan mendapat tambahan sebanyak Rp14 miliar, sehingga total menjadi Rp110 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, perkiraan jumlah Rp7 miliar rata-rata harian itu, lantaran puncak penukaran uang sudah terjadi pada minggu lalu yang bisa mencapai rata-rata harian sebesar Rp9 miliar.

Dia mengatakan kenaikan kebutuhan uang tunai tersebut wujud dari pertumbuhan ekonomi dan tradisi yang masih kuat di masyarakat saat ini untuk membagi-bagikan angpao atau zakat fitrah saat Lebaran tiba.

Manager Unit Distribusi Uang dan Layanan Kas Kantor Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY Tratmono Wibowo mengatakan nominal uang yang ditukarkan, kebanyakan adalah uang pecahan Rp5.000 dan Rp10.000.

“Uang pecahan Rp2.000 saat ini juga cukup membuat minat masyarakat untuk menukarkan ke pecahan ini,” ujarnya.

Terkait uang palsu yang ditemukan, pihaknya mengakui terjadi penurunan temuan kasus uang palsu dibandingkan tahun lalu, seiring semakin ketatnya pengawasan dan sulitnya memalsukan uang.

“Hasil temuan uang palsu saat ini hanya sebesar 0,01%, dengan pecahan yang paling banyak Rp100.000 dan Rp50.000. Bagian uang asli yang sampai saat ini masih sulit dipalsukan adalah pada bagian assimetric number dan optical variable ink,” jelasnya. (Endot Brilliantono)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia