Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

BUDIDAYA GURAMI: KKP kembangkan sentra gurame Jawa Tengah

Oleh on Thursday, 9 August 2012

PURBALINGGA: Indonesia merupakan produsen ikan gurami terbesar di dunia dan Jawa Tengah menjadi penyuplai 60%-70% dari target produksi nasional sekitar 75.000 ton.

 

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Slamet Soebjakto mengatakan 60% potensi gurami nasional dihasilkan oleh eks Karesidenan Banyumas.

 

“Wilayah ini memiliki branch max budidaya ikan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mensuplai kebutuhan produksi nasional,” ujarnya saat menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (BLM PUMP-PB) kepada 89 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Pendopo Dipokusumo Selasa .

 

Slamet menjelaskan, kelompok penerima bantuan terdiri dari 12 kelompok pokdakan di Purbalingga, 30 kelompok di Banjarnegara, sedangkan untuk Banyumas dan Temanggung masing-masing 10 kelompok dan Kabupaten Kebumen sebanyak 27 kelompok. Setiap kelompok menerima Rp65 juta.

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan gurame akan didukung dengan peningkatan kualitas bibit sehingga penurunan kualitas genetik pada masa mendatang tidak terjadi. Wilayah Banyumas juga akan dijadikan sebagai pusat breeding gurame dengan dibangun sistem Jaringan Induk Gurame, melibatkan balai benih.

“Kami berharap balai benih di wilayah eks karesidenan Banyumas menjadi bagian dari peningkatan kualitas ikan gurami melalui perbaikan sistem Jaringan Induk Gurami,” tutur Slamet.

Dia mengharapkan bantuan modal PUMP ini akan mampu mengembangkan usaha sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. PUMP juga dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya wirausahawan baru di bidang budidaya ikan guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

Slamet menambahkan, BLM PUMP ini diberikan kepada 3.600 kelompok yang tersebar di 393 kabupaten/kota di Indonesia dengan total nilai Rp234 miliar. Khusus wilayah Jateng, total nilai mencapai Rp30,29 miliar dan diberikan kepada 466 kelompok.

Dana yang diberikan harus tepat sasaran untuk pengadaan sarana produksi perikanan. “Jika 15 hari setelah dicairkan dana tidak dipergunakan, maka harus dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.

Slamet meminta modal yang diberikan dapat terus dikembangkan dan di sarankan agar keuntungan pertama yang didapat, sebagian besar digunakan untuk kebutuhan budidaya agar usaha terus berkembang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Trisno Utomo mengatakan total produksi perikanan 2011 meningkat sebesar 21,97% dibanding tahun sebelumnya menjadi 513.588,70 ton.

Trisno menambahkan perikanan budidaya meningkat 28,74% menjadi 244.545,50 ton dan perikanan tangkap meningkat 16,41% menjadi 269.043,20 ton. Volume ekspor perikanan juga meningkat 18,47% menjadi 19.608,24 ton.

“Peningkatan ini berkat program pemerintah pusat seperti minapolitan, industrialisasi perikanan, pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP), pengembangan usaha garam rakyat (Pugar), revitalisasi armada perikanan tangkap dan peningkatakan kehidupan neayan dan kegiatan lainnya,” kata Trisno. (m01/rsj)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia