Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

Bea Keluar Untuk 65 Komoditas Tambang Tetap Berlaku

Oleh on Wednesday, 22 August 2012

Vega Aulia Pradipta
JAKARTA: Pemerintah menegaskan tetap memberlakukan bea keluar 20% terhadap ekspor 65 komoditas tambang pada tahun depan, selama pengusaha dalam negeri belum menunjukkan keseriusannya melakukan hilirisasi.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan hal itu dilakukan sebagai wujud ketegasan pemerintah demi mewujudkan nilai tambah produk tambang.

“Bea keluar tambang kita akan konsisten, kita ngga akan cabut selama kita tidak melihat secara signifikan dilakukannya hilirisasi,” tegasnya, akhir pekan lalu.

Gita mengakui ada penurunan ekspor bijih mineral selama Juni-Juli dibandingkan dengan Mei 2012, pasca diberlakukannya Permen ESDM 7/2012 dan penerapan bea keluar 20%. Namun menurut Gita, penurunan ekspor bijih selain karena pengetatan ekspor juga karena permintaan pasar yang memang sedang turun.

“Betul [turun], tapi sekarang yang dapat izin ekspor sudah banyak, sudah puluhan sekarang. Tapi tergantung ada yang mau beli ngga? Kalau krisis ekonomi dunia berkelanjutan seperti ini terus, yang beli juga ngga akan lebih banyak, demand-nya berkurang,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/8).

Meski demikian Gita tetap berharap ada pemulihan perekonomian dunia yang akan memicu naiknya permintaan pasar terhadap bijih mineral dari Indonesia selama 3–4 bulan ke depan. Tren ini diharapkan bisa meningkat pada tahun depan.

“Kita berharap 3–4 bulan ke depan akan terjadi pemulihan ekonomi, dan tren tahun depan juga meningkat.”

Adapun dalam nota keuangan RAPBN 2013, target penerimaan bea keluar tahun depan ditetapkan naik sebesar 36,63% dari Rp23,2 triliun dalam APBN-P 2012 menjadi Rp31,7 triliun dalam RAPBN 2013.

Perkiraan kenaikan penerimaan bea keluar tersebut kemungkinan besar dilatarbelakangi oleh dimasukkannya target penerimaan bea keluar pertambangan yang mulai diimplementasikan tahun ini.

Di sisi lain, Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite menyatakan hal senada dengan Gita. Thamrin mengatakan meski bea keluar tetap diberlakukan pada tahun depan, pemerintah tetap tidak akan merevisi target produksi mineral dan batu bara atau menetapkan kuotanya pada tahun depan.

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia