Berliana Elisabeth S.
JAKARTA: Jumlah pemudik selama masa angkutan Lebaran 2012 yakni periode H-7 sampai H+1 tercatat naik 13,73% menjadi 9,42 juta dibanding tahun lalu.
Berdasarkan data dari Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 di Kementerian Perhubungan disebutkan kenaikan tertinggi dicatat moda angkutan darat sebesar 21,39% menjadi 3,47 juta sedangkan pada Lebaran tahun lalu masih 2,86 juta.
Ketua Harian Shift II Posko Terpadu Nasional Adolf R. Tambunan mengatakan hanya angkutan penyeberangan dan angkutan udara tujuan internasional yang tercatat turun selama masa angkutan Lebaran 2012 periode H-7 sampai H+1.
“Arus mudik dengan menggunakan angkutan penyeberangan tercatat turun 0,78% menjadi 1,67 juta dan pemudik menggunakan pesawat udara tujuan internasional juga turun 0,32% menjadi 323.664 orang,” kata Adolf dalam laporan harian Posko yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan, Rabu (22/8).
Laporkan kegiatan Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 ini merupakan hasil pemantauan harian, yakni selama perioda H+1 Shift II pada 21 Agustus 2012 pukul 20.00 WIB sampai Rabu, 22 Agustus 2012 pukul 08.00 WIB.
Total penumpang kereta api hingga Lebaran hari kedua (H2) sebesar 1,40 juta orang, bila dibandingkan dengan total penumpang kumulatif hingga H2 tahun lalu yang sebesar 1,07 juta penumpang, terjadi kenaikan 30,09%.
“Data penumpang ini menggunakan data yang diperoleh pada Selasa, 21 Agustus 2012 pukul 14.00 WIB, dikarenakan sampai dengan saat ini, 22 Agustus belum diperoleh data penumpang terbaru dari PT. Kereta Api Indonesia,” kata Adolf.
Adolf menambahkan untuk data angkutan udara, posisi terakhir disebutkan pada umumnya berjalan normal dan terkendali, namun ada beberapa operator penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) keberangkatan yaitu Batavia Air, Lion Air, Mandala Air, Merpati Nusantara dan Garuda Indonesia.
“Hasil pemantauan dan pencatatan sementara angkutan udara pada H-7 sampai dengan H+1 Shift II, terdapat rata-rata kenaikan sebesar 12,53% dibandingkan periode 2011,” ujarnya.
Kecelakaan tinggi
Berdasarkan data Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012, rekapitulasi data kecelakaan nasional dari H-7 (12/8) hingga H+1 tercatat jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 3.600 kasus, dengan korban meninggal dunia 638 orang, luka berat 994 orang, luka ringan 3.444 orang, dan total kerugian material mencapai Rp 7,45 miliar.
Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan masih tingginya angka kecelakaan selama Lebaran karena belum ada ketegasan bagi masyarakat, khususnya pemudik sepeda motor.
“Masih ditemukan banyak pemudik sepeda motor yang membawa lebih dari dua orang di motornya, bahkan anak-anak turut menjadi penumpang. Ini sangat besar risikonya,” katanya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia tak cukup hanya diberikan himbauan, tetapi harus dengan sikap pendisipilinan yang diikuti dengan penegakan hukum yang tegas dan kuat.
“Implementasi pengawasan di lapangan harus kuat, harus berani, khususnya kepada pemudik sepeda motor bahwa maksimal hanya membawa dua penumpang. Secara tegas diberlakukan, anak-anak harus dilarang diangkut dengan sepeda motor,” tuturnya.
Djoko menambahkan secara spesifikasi teknis sepeda motor tidak sesuai menjadi angkutan mudik karena memang bukan kendaraan jarak jauh.
“Jika Pemerintah memang serius agar masyarakat tak menggunakan sepeda motor saat mudik, seharusnya berani membuat spesifikasi kendaraan roda dua ini dengan kemampuan silinder kecil, tak lebih dari 100 cc, supaya berdaya kecepatan minim. Dengan demikian, masyarakat enggan menggunakannya untuk mudik,” ujarnya.
