BANJARNEGARA: Arus balik di jalur selatan Jawa Tengah pada Rabu petang atau H+3 Lebaran terpantau ramai lancar meskipun di beberapa lokasi terjadi antrean kendaraan.
Dari pantauan di ruas jalan antara Gombong, Kabupaten Kebumen, hingga Sampang, Kabupaten Cilacap, arus balik dari arah Yogyakarta menuju Bandung/Jakarta didominasi kendaraan roda dua.
Kendati demikian, mobil pribadi berpelat nomor Bandung, Jakarta, dan sekitarnya juga memadati jalur utama di wilayah selatan Jateng tersebut.
Oleh karena tidak terjadi kemacetan yang signifikan, kendaraan para pemudik yang memanfaatkan arus balik pada H+2 Lebaran ini dapat melaju dengan kecepatan 50–60 kilometer per jam.
Bahkan, beberapa pemudik bersepeda motor nekat melaju dengan kecepatan tinggi di saat arus kendaraan dari arah berlawanan tampak lengang.
Akan tetapi di beberapa lokasi terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang akibat adanya persimpangan jalan, seperti di simpang tiga Ijo-Rowokele, Kebumen.
Di persimpangan jalan ini terjadi pertemuan arus kendaraan yang melintas di jalur selatan Jateng dengan kendaraan yang datang dari arah selatan atau objek wisata Goa Jatijajar dan Pantai Ayah.
Panjang antrean kendaraan dari arah timur sekitar 3 kilometer, yakni mulai Jembatan Jatiroto hingga simpang tiga Ijo.
Memasuki wilayah Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, antrean kendaraan kembali terjadi akibat adanya perlintasan kereta api sebidang dan penyempitan ruas jalan di sebelah barat Pasar Sumpiuh ditambah ulah awak bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang sembarang tempat.
Selain itu, antrean kendaraan juga terjadi saat memasuki Kecamatan Kemranjen terutama di sekitar Pasar Wijahan.
Seorang pedagang es dawet hitam, Mujiati (38) yang berjualan di jalur mudik mengatakan, arus mudik maupun balik di jalur selatan Jateng pada Lebaran 2012 relatif lebih lancar jika dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sering terjadi kemacetan.
“Kemarin Senin (20/8) dan Selasa (21/8) memang sempat terjadi kemacetan namun bisa segera diatasi oleh petugas sehingga hanya berlangsung sebentar. Kalau tahun-tahun sebelumnya, kemacetan yang terjadi bisa berlangsung cukup lama karena kendaraan sulit untuk bergerak,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Banyumas Komisaris Polisi Bambang Koswara mengatakan, kemacetan yang terjadi pada arus mudik Lebaran 2012 dapat segera ditangani berkat kesiapan peralatan pendukung seperti motor trail untuk mengurai kemacetan dan radio komunikasi (Handy Talky-HT) yang dipegang setiap personel yang bertugas.
“Dengan adanya peralatan pendukung tersebut, lokasi kemacetan dapat segera diketahui dan kami dapat secepatnya ke lokasi guna mengurai kemacetan yang terjadi,” katanya. (ANT/DOT)
