SOLO: Malaysia Tourism Promotion Board semakin agresif menarik kunjungan wisatawan di negaranya, jauh dibanding yang dilakukan Badan Promosi Pariwisata Daerah Solo (BPPDS) masih kesulitan mendatangkan wisatawan akibat terbentur anggaran.
Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Solo (BPPDS), Suharto mengatakan BPPDS atau Solo Tourism Board masih memiliki kendala dari sisi anggaran untuk melakukan berpromosi ke Malaysia, sehingga belum banyak menjukkan hasil dalam menarik wisatawan.
Sementara Malaysia semakin agresif melakukan promosi ke Solo untuk menarik wisatawan ke negaranya. “Ini yang sulit kami lakukan karena anggaran kami sangat terbatas,” ujarnya di sela Promoting Tourism in Malaysia ‘The Way Forward’, yang diselenggarakan di Best Western Premier Hotel Solo hari ini.
Dia mengatakan Solo memiliki potensi wisata belanja dan kuliner dan Malaysia sudah diproyeksikan menjadi target utama pasar, namun realisasinya hingga kini belum optimal.
Director Malaysia Tourism Promotion Board, Nor Aznan Sulaiman menuturkan Indonesia adalah pasar terbesar kedua wisatawan yang datang ke Malaysia setelah Singapura.
“Pada 2011 total wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia mencapai 2,1 juta orang atau mengalami penurunan 14% dibanding 2010, sedangkan wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia hanya 1,3 juta orang pada tahun lalu.
Namun, dia optimistis dengan promosi langsung ke kantung pasar potensial, maka tahun ini wisatawan Indonesia yang datang ke Malaysia bakal naik lagi 7%.
Menurut dia, wisatawan Indonesia cukup menonjol mereka yang mengunjungi wisata belanja di Malaysia serta taman rekreasi, sehingga untuk menaikkan jumlah wisatawan dari Indonesia ke Malaysia badan promosi pariwisata Malaysia itu mulai gencar berpromosi langsung ke daerah mulai dari Solo, Semarang, Yogyakarta, Bali, Kalimantan dan semua kota di luar Jawa di Indonesia.
Nor mengatakan potensinya sangat besar karena selama ini terdapat 500 penerbangan yang menghubungkan Malaysia dengan Indonesia melalui berbagai bandara internasional.
Ketua BPPDS, Hidayatullah Al Banjari menuturkan kerja sama promosi pariwisata harus dilakukan dua arah, selain membawa wisatawan ke Malaysia, pelaku pariwisata Solo juga harus bisa menarik wisatawan dari Malaysia ke Indonesia terutama Solo.
Pada 2011, tercatat 8.174 wisatawan dari Malaysia ini datang ke Solo. Sementara dari Eropa hanya 5.000 orang dan hingga periode April orang Malaysia yang berwisata ke Solo sudah 3.000 orang. (JIBI/Solopos/haw/rsj)
