Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

RASKIN: Bulog siap penyaluran raskin ke-13 di wilayah Soloraya

Oleh on Monday, 30 July 2012

SOLO: Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta siap memberikan beras untuk warga miskin (Raskin) ke-13 siap Agustus mendatang hingga sebelum Lebaran.

 

Tidak hanya Raskin ke-13, Bulog Subdivre III Surakarta juga tengah mempersiapkan permintaan dari beberapa wilayah yang menginginkan agar pencairan Raskin dilakukan lebih awal.

 

Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Edi Rizwan mengatakan dua wilayah yakni Sukoharjo dan Sragen telah mengajukan permintaan kepada Bulog agar Raskin pada Agustus sudah dapat disalurkan lebih awal.

 

“Sukoharjo minta  Agustus dan Sragen 7 Agustus,” ujarnya hari ini.

 

Di satu sisi, lanjutnya, pemerintah pusat melalui Menko Kesra juga meminta agar Raskin ke-13 juga harus sudah disalurkan sebelum Lebaran, sehingga akan didiskusi dengan masing-masing pemerintah daerah, agar penyaluran Raskin sebanyak dua kali itu tidak justru memberatkan penerima.

 

Dia menambahkan prinsip pembayaran Raskin adalah cash and carry,  artinya, begitu Raskin cair, maka penerima harus segera membayar biaya Raskin. Dengan penyaluran dua kali, maka masing-masing rumah tangga penerima sasaran (RTS) harus membayar dua kali Rp24.000 atau Rp48.000.

 

“Nah, kalau menjelang Lebaran kan biasanya banyak kebutuhan. Kalau memang masyarakat keberatan, maka harus ada solusinya. Kalau ada pemda yang mau nalangi dulu, itu lebih bagus,” tuturnya.

 

Untuk penyaluran Raskin selama Agustus itu, beras sebanyak 15.400 ton telah disiapkan di tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya dengan 1.565 titik distribusi. Di Soloraya, total RTS ada 519.000 RTS.

 

Penyaluran beras Raskin sebanyak ini, maka ketahanan stok beras di Bulog Subdivre III Surakarta akan bertahan sampai April 2013. “Saat ini total stok beras kami ada 79.000 ton setara beras,” ujarnya.

 

Edi menuturkan penyaluran Raskin Agustus yang dilakukan lebih awal serta Raskin ke-13 itu diharapkan benar-benar mampu mengendalikan harga beras di pasaran.

 

“Kami prediksi gejolak harga beras menjelang Lebaran tahun ini tidak akan setinggi tahun lalu. Memasuki pekan kedua saja, harga masih cukup stabil,” ujarnya.

 

Dengan tren harga beras yang masih stabil, Bulog Surakarta pun belum menerima permintaan dari daerah

manapun untuk pelaksanaan operasi pasar (OP). Hingga saat ini belum ada yang memminta OP, meskipun dari pemerintah pusat sudah menginstruksikan pelaksanaan OP. (JIBI/Solopos/haw/rsj)

 

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia