Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

PENGAWASAN DAGING: Pengawasan peredaran daging di wilayah DIY diperketat

Oleh on Friday, 13 July 2012

YOGYAKARTA: Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta akan memperketat pengawasan peredaran daging menjelang dan selama Ramadhan, guna mengantisipasi kecurangan yang mungkin dilakukan distributor atau pedagang.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Sri Harnani  mengatakan pada umumnya  pengawasan peredaran daging ini dilakukan secara rutin satu pekan sekali. Tetapi, selama Ramadhan akan lebih ditingkatkan lagi.
Menurut dia, pengawasan peredaran daging tersebut tidak hanya dilakukan saat dijual di pasar-pasar tradisional tetapi juga saat daging tersebut masuk ke Kota Yogyakarta dengan pengecekan di rumah pemotongan hewan.

“Daging yang sudah layak jual, akan memperoleh surat keterangan yang dikeluarkan oleh rumah pemotongan hewan,” ujarnya.

Pengawasan distribusi daging, lanjtnya, diperketat, karena harga daging telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjelang bulan puasa.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian, harga daging sapi mencapai Rp74.000 per kilogram (kg) atau mengalami kenaikan hampir Rp10.000 per kg bila dibanding Juni. Saat itu, harga jual daging sapi Rp66.500 per kg.

Selain memperketat pengawasan daging sapi, juga akan dilakukan pengawasan untuk daging ayam sehingga konsumen pun memperoleh daging berkualitas baik sesuai dengan harga beli.

Harga jual daging ayam broiler juga telah mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu banyak. Pada Juni, harga jual daging ayam Rp25.000 per kg, dan kini mencapai Rp27.000 per kg.

Dia menuturkan untuk daging ayam kampung juga mengalami kenaikan dari Rp45.000 per kg pada Juni menjadi Rp52.000 per kg, begitu pula daging kambing mengalami kenaikan dari Rp63.000 per kg menjadi Rp67.000 per kg.

“Meskipun ada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Namun, tidak akan ada gejolak harga karena stok mencukupi,” tuturnya.

Selain di pasar-pasar tradisional, pengawasan mutu pangan juga akan dilakukan di sejumlah toko termasuk supermarket dan pasar tradisional terkait merk dagang, kualitas pangan dan kemasannya. (ant/rsj)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia