SEMARANG – Sedikitnya 60.800 orang pemudik yang menggunakan pesawat terbang akan memasuki Jateng lewat Bandara A. Yani Semarang dan Adi Sumarmo Solo, untuk merayakan Idul Fitri 1433 H.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah Untung Sirinanto mengatakan jumlah pemudik dengan moda pesawat terbang sebanyak itu jika dibanding tahun lalu meningkat 10%.
“Tahun ini pemudik secara total diperkirakan meningkat 4% dari tahun lalu yang 5,53 juta. Namun fenomena kenaikan sigifikan diperkirakan terjadi pada pemudik yang menggunakan pesawat terbang, meskipun pengguna moda transportasi lainnya juga mengalami peningkatan, kecuali kereta api,” ujarnya, hari ini.
Untung mengatakan jumlah pemudik yang akan masuk dan melintas Jateng tahun ini akan mencapai sekitar 5,756 juta, dengan memanfaatkan moda transportasi jalan raya (bus, sepeda motor, dan mobil pribadi) sebanyak 5,466 juta orang, kapal laut 28.400 orang, pesawat terbang 60.800 orang, dan juga kereta api sebanyak 200.500 orang.
Menurutnya, pemudik yang menggunakan pesawat terbang tahun ini meningkat hingga 10%, lebih tinggi dari pemudik yang memanfaatkan kapal laut yang diprediksi hanya meningkat 5%, sepeda motor 6%, mobil pribadi 5%, bus umum 1,3%, serta kereta api yang tidak mengalami kenaikan akibat pembatasan kuota 100% penumpang dalam satu kereta.
Menurutnya, peningkatan itu dikarenakan kondisi perekonomian pemudik yang masuk dan melintas Jateng sudah makmur, dan lebih memilih kepraktisan serta kecepatan tiba ditempat tujuan, meskipun dengan biaya yang lebih mahal dari pada dengan moda transportasi lainnya.
“Kalau dengan naik bus, atau kapal, bisa sampai tempat tujuan berhari-hari, sedangkan jatah libur dari kantor tempat bekerja biasanya terbatas, sehingga demi mengejar kepraktisan dan kecepatan berlebaran di kampung halaman, maka pesawat menjadi pilihan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pemudik yang akan memanfaatkan armada pesawat terbang masuk atau melintasi Jateng, seperti melalui dua bandar udara di Jateng, yakni Ahmad Yani Semarang dan Adi Soemarmo Surakarta, akan dilayani dengan sebanyak 56 flight per hari dengan kapasitas tempat duduk mencapai sekitar 9.015 seat.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko mengatakan persiapan arus mudik telah menjadi agenda rutin, dan mulai H-10 hingga H+10 Lebaran akan disiapkan posko arus mudik di bandara.
“Selain persiapan pembuatan posko juga tingkatan rapat koordinasi antar instansi juga disipakan agar pelayanan yang diberikan bisa lebih maksimal dan baik, karena pada musim mudik kali ini diperkirakan akan meningkat 10% dari pada Lebaran sebelumnya,” ujarnya.
Dia mengatakan jumlah penumpang saat arus mudik tahun lalu di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang mencapai angka tertinggi hingga 5.000 orang per hari, dan tahun ini diprediksikan meningkat 10%.
“Sejumlah maskapai penerbangan pun juga sudah menjadwalkan tambahan frekuensi penerbangan, sehingga diharapkan tidak menjadi kendala arus mudik dan balik ke Semarang,” tuturnya.
Menurutnya, penambahan frekuensi penerbangan pada Lebaran tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu yang sekitar 4-5 flight, tergantung kebutuhan, kalau semakin banyak, kemungkinan akan ditambah lagi.
“Sampai sekarang Ahmad Yani Semarang melayani 30-35 pemberangkatan dan kedatangan penerbangan, sehingga totalnya bisa mencapai sekitar 70 penerbangan,” ujarnya.
Dia mengatakan, untuk jam operasional bandara, pihaknya mengaku tidak akan menambah jam operasional selama Lebaran, yakni hanya mulai dari jam 05-00 WIB hingga 22.00 WIB.
“Pembatasan jam operasional hanya sampai pukul 22.000 WIB, dikarenakan untuk mengejar target penyelesaian pengembangan bandara Ahmad Yani selesai 2013. Kami semua sudah sepakat tidak boleh ada pesawat yang mendarat setelah jam 22.00 WIB karena setelah jam itu, sedang digunakan untuk pembangunan bandara, sampai pukul 05.00 WIB,” ujarnya.
Dia mengatakan, di sisi utara bandara Ahmad Yani Semarang saat ini sedang proses pemadatan tanah yang akan digunakan untuk apron, dan progresnya mencapai sekitar 25%, kemudian secara keseluruhan semua pembangunan fisik akan dimulai pada akhir tahun ini.
“Namun, pada pertangahan Agustus mendatang juga akan ada pembangunan fisik sisi areal parkir dan fasilitas lainnya didahulukan, karena sekaligus sebagai jalur masuk material yang akan digunakan untuk pengerjaan terminal yang berada di sisi tengah,” tuturnya. (DOT)
