KUDUS: Direktur Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat, Bank Pasar Kudus, Sudarto mengatakan aset perusahaan yang dipimpinnya hingga Juni 2012 telah mencapai Rp36,67 miliar.
“Selain mampu meningkatkan aset, kinerja selama 2010 hingga 2011 juga mendapatkan penghargaan dari Infobank Award sebagai BPR terbaik untuk kategori aset Rp25 miliar hingga Rp50 miliar,” ujarnya hari ini.
Kinerja PD BPR Bank Pasar Kudus yang semakin bagus juga dibuktikan dengan sumbangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kudus pada 2011 sebesar Rp958 juta.
Pada tahun yang sama BPR Bank Pasar Kudus juga berhasil membukukan laba sebesar Rp2,398 miliar, sekaligus menjadi perusahaan daerah yang menjadi penyumbang PAD terbesar.
Sedangkan laba saat ini, kata dia, tercatat sekitar Rp1,196 miliar dari target untuk 2012 yang Rp2,4 miliar. “Kami optimistis, bisa merealisasikan target laba tersebut karena kinerjanya semakin meningkat,” ujarnya.
Sedangkan kredit yang telah disalurkan hingga kini mencapai Rp15,74 miliar dengan tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sebesar 3,72%. Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun hingga kini, katanya, mencapai Rp18,34 miliar.
Berdasarkan data dari Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kudus, PD BPR Bank Pasar Kudus merupakan salah satu dari lima perusahaan daerah Kabupaten Kudus pada 2011 yang memberikan sumbangan terbesar terhadap PAD Kudus.
Besarnya laba perusahaan daerah yang disetorkan oleh masing-masing perusahaan daerah lainnya, yakni PDAM Kudus sebesar Rp773,125 juta, Apotek Rp262,53 juta, dan Percetakan sebesar Rp40,53 juta.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kudus Lestari Rahayu mengungkapkan, untuk meningkatkan kinerja kelima perusahaan daerah tersebut, pemantauannya dilakukan secara berkala dengan meminta laporan laba rugi secara periodik.
“Laporan yang diminta tidak hanya terbatas setiap bulan, bahkan setiap tiga bulan, per semester, serta laporan tahunan juga diminta,” ujarnya.
Apabila dalam laporan tersebut belum sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), katanya, akan dievaluasi dan diminta untuk meningkatkan kinerjanya.
Sedangkan setoran modal untuk kelima perusahaan daerah tersebut, katanya, baru PDAM Kudus yang sudah mendekati setoran modal dasar sebesar Rp10 miliar.
“Kekurangannya hanya Rp327,28 juta, sehingga agar bisa menambah setoran modal peraturan daerahnya juga harus diubah,” ujarnya.
Untuk PD BPR Bank Pasar, katanya, setoran modalnya baru Rp4 miliar dari rencana sebesar Rp7,5 miliar, sedangkan Apotek sebesar Rp296,78 juta dari rencana Rp5 miliar.
Demikian halnya untuk PD Percetakan, katanya, setoran modal yang diterima baru Rp739,08 juta dari rencana sebesar Rp5 miliar. (ANT/DOT)
