SOLO: Sebanyak 150 usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang kerajinan berencana ikut memeriahkan Pameran Nasional Java Expo 2012 pada 4–8 Juli 2012 di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta.
Selain UKM, instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga ikut meramaikan pameran tersebut, kata Ketua Panitia Java Expo 2012 Daryono kepada wartawan di Solo, hari ini.
Peserta pameran itu, kata dia, berasal dari Disperindag, Dinas Koperasi, Pariwisata, Biro Perekonomian, Badan Penbanaman Modal Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan dari daerah lainnya, seperti Kalimantan Timur, Kota Waringin, Kabupaten Lima Puluh Kota, Lampung Tengah dan lain-lain.
“Selama berlangsungnya acara tersebut, pihak panitia juga akan menggelar adanya demontrasi membuat keramik, menenun, buat blangkon, batik, dan lain-lain,” kata Daryono.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan agar masyarakat juga mengerti mengenai proses pembuatannya produksi yang ada di dalam negeri ini, yang selanjutnya juga mau memakainya sendiri.
“Ya, salah satu pameran ini kami bertujuan mempromosikan produksi dalam negeri yang sebenarnya juga tidak kalah dengan buatan luar negeri. Melalui ini pula dimaksudkan memberikan edukasi kepada para pengunjung yang khususnya pada generasi muda,” katanya.
Ia mengatakan bahwa Pameran Nasional Java Expo yang berlangsung setiap tahun sekali pada masa libur panjang anak sekolah bermaksud mempromosikan objek-objek wisata di daerah Solo Raya.
“Kami punya banyak daerah tujuan wisata, tetapi masih kurang promosi. Maka, lewat acara ini kami mempromosikan pula objek-objek wisata yang ada,” katanya.
Menyinggung target transaksi pameran, Daryono mengatakan bahwa pihaknya tidak punya target. Akan tetapi, kalau bisa sama tahun lalu sebesar Rp2 miliar itu, sudah cukup bagus. (ANT/DOT)
