Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

PETA WISATA ELEKTRONIK: Mahasiswa UNY kembangkan peta wisata elektronik

Oleh on Saturday, 2 June 2012

YOGYAKARTA: Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasilĀ  mengembangkan peta wisata elektronik Kota Yogyakarta, untuk memudahkan wisatawan mencari lokasi yang ingin dituju.

“Peta elektronik itu dapat membantu para pendatang menemukan tempat-tempat wisata di Kota Yogyakarta. Peta tersebut dibuat dengan dimensi panjang 54 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 81 cm,” ujar Hadi Rismanto mahasiswa UNY hari ini.
Menurutnya, Yogyakarta merupakan tempat dengan predikat kota pendidikan, budaya, dan seni yang menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia.

Namun, bagi wisatawan dari luar Yogyakarta yang baru pertama kali datang, bisa jadi kebingungan ketika berada di kota tersebut. Mereka tidak tahu mana saja tempat menarik yang dapat dikunjungi.

Dia mengatakan Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyediakan fasilitas layanan petunjuk jalan, di beberapa tempat dipasang peta berbentuk kotak. Namun, peralatan penunjuk arah dan lokasi tersebut belum lengkap.

Akibatnya, lanjutnya, para pengunjung kurang jelas dalam memperoleh alamat yang diinginkan. Ada pula jasa pemandu wisata, tetapi mereka cenderung memasang tarif dengan harga tinggi, sehingga tidak terjangkau masyarakat secara luas.

“Hal itu yang menginspirasi saya untuk mengembangkan peta wisata elektronik berbasis mikrokontroler ATmega 8535. Pada alat itu terdapat delapan tombol menu,” katanya.

Menurutnya, jika salah satu tombol ditekan, lampu indikator pada peta akan menyala, menunjukkan lokasi yang ingin dituju dan pada layar LCD menampilkan alamat lokasi tersebut.

“Kategori tempat-tempat wisata, di antaranya museum, tempat bersejarah, pusat kerajinan, pasar, pantai, kuliner, dan hotel. Total lokasi wisata pada alat itu adalah 40 lokasi, dan pada masing-masing tombol terdapat lima referensi tempat wisata,” tuturnya.

Dia menuturkan untuk pengembangan ke depan akan dilakukan penambahan pada “port” sehingga jumlah objek atau tempat wisata bisa termuat lebih banyak lagi.

“Selain itu, juga masih diperlukan instalasi ‘keypad’ agar data pada mikrokontroler bisa diubah sewaktu-waktu jika lokasi atau nama tempat berubah,” ujarnya. (ant/rsj)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia