BATANG: Kebutuhan listrik Jawa-Bali mencapai 35.000 megawatt atau lebih besar dari jumlah ketersediaan pasokan listrik 22.900 megawatt.
“Oleh karena itu, aliran listrik di Jawa-Bali masih rawan terjadinya pemadaman,” kata Staf Ahli Direksi PT Pembangkit Listrik Negara, Asistia Seniawan di Batang, hari ini.
Ia mengatakan bahwa untuk mencukupi kebutuhan listrik di Jawa-Bali, PLN perlu mendapatkan pasokan listrik dengan solusi mendirikan proyek PLTU di sejumlah wilayah pantura, seperti di Desa Karanggeneng, Kabupaten Batang.
“Kami berharap pendirian PLTU di Batang dengan kapasitas 2.000 megawatt ini dapat mengamankan kebutuhan listrik di Jawa-Bali agar tidak terjadi pemadaman,” katanya.
Menurut dia, kebutuhan listrik di Jawa Tengah kini mencapai 3.100 megawatt sedangkan persediaan listrik 3.107 megawatt. “Akibat tipisnya persediaan listrik dengan jumlah kebutuhan listrik maka, wilayah Jawa Tengah juga terjadi kerawanan pemadaman,” katanya.
Ia mengatakan bahwa saat ini PT PLN masih kesulitan menyediakan kebutuhan listrik karena diikuti rendahnya rasio elektrifitas pada 2006 sebesar 58 persen dan harus naik sebesar 65 persen pada 2016, serta mencapai target 91 persen pada 2019.
“Oleh karena itu, kebutuhan listrik akan terpenuhi jika proyek PLTU dengan kapasitas 2.000 megawatt di Batang terealisasi. Keberadaan PLTU di Batang kami pastikan mampu mengamankan kebutuhan listrik Jawa-Bali,” katanya. (ANT/DOT)
