JAKARTA: Pengusaha sektor pariwisata mengeluhkan belum memadainya infrastruktur di sejumlah destinasi, sehingga ada objek wisata yang tidak terkelola secara optimal.
Didien Junaedy, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengatakan infrastruktur perlu segera diperbaiki agar industri pariwisata bisa tumbuh lebih pesat.
“Mungkin baru sebagian destinasi wisata yang sudah ditunjang infrastruktur memadai,” ujarnya hari ini.
Dia mencontohkan pengembangan sektor industri pariwisata bahari masih terganjal infrastruktur, seperti akses menuju destinasi.
Kendala tersebut, lanjutnya, masih terjadi secara merata, baik di bagian barat maupun timur Indonesia.
Menurutnya, untuk mengembangkan wisata bahari tidak bisa hanya mengandalkan moda transportasi udara.
“Bandaranya sudah ada, tapi tidak semua objek wisata bisa dicapai dengan pesawat. Artinya, sarana transportasi darat dan laut nya pun harus bagus,” tuturnya.
GIPI berharap pemerintah segera memperbaiki sarana infrastruktur penunjang pariwisata agar pertumbuhan ekonomi dan industri sektor itu menjadi lebih maksimal. Bahkan sebelum mengembangkan destinasi wisata baru, pemerintah juga harus mempersiapkan infrastrukturnya terlebih dahulu.
“Tujuannya agar terbentuk pemetaan menyeluruh terkait objek wisata bersangkutan, baik dari segi promosi maupun pemasaran,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana mengembangkan 50 destinasi wisata baru dan 88 kawasan strategis wisata nasional selama 2012.
Didien mengatakan pengembangan destinasi wisata baru merupakan hal positif. Apalagi, pengembangan destinasi baru itu bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 8 juta orang pada tahun ini.(18/rsj)
