Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

HIPMI JATENG bantu pasarkan produk daur ulang sampah

Oleh on Thursday, 10 May 2012

SEMARANG: Himpunan pengusaha muda Indonesia Jawa Tengah menggandeng investor untuk menyalurkan produk kerajinan daur ulang sampah masyarakat provinsi ini   ke pasar wisata dan tempat umum lainnya.

Sekretaris Himpunan pengusaha muda Indonesia Jawa Tengah (Hipmi Jateng), Naneth Ekopriyono mengatakan selama ini akses pemasaran menjadi kendala bagi para perajin dan UKM. “Mereka biasanya hanya bisa menghasilkan produk, tapi mengalami kesulitan memasarkan,” katanya.

Menurut Naneth untuk mengatasi kendala tersebut, Hipmi Jateng mencoba memasarkan produk mereka kepada sejumlah investor. “Ada beberapa investor yang berminat melirik produk ini untuk bisa dikembangkan secara luas,” katanya.

Dia melihat selama ini produk yang dihasilkan para perajin tidak sesuai selera konsumen, baik dari sisi bentuk, pola dan penampilan yang kurang menarik. ”Karena itu, Hipmi memberikan pelatihan kepada mereka agar produk yang dihasilkan dapat diminati konsumen,” jelasnya.

Belum lama ini, Hipmi Jateng menggandeng Rumah Zakat untuk mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan tas dari sampah bungkus makanan/minuman. Selain itu Hipmi juga memberikan pengetahuan tentang design menarik yang memenuhi selera konsumen sehingga layak jual.

Naneth menyebutkan Hipmi Jateng saat ini memang sedang fokus menggali potensi ekonomi daerah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan pemuda atau remaja dan ibu rumah tangga. Masyarakat diajak memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan bermanfaatn yang menghasilkan.

Veronica Ibnu, warga Candisari Semarang, menjadi salah satu motor Hipmi untuk menggerakan masyarakat melakukan kegiatan yang menghasilkan uang. “Kami mengajak masyarakat mendaur ulang sampah kemasan produk berbahan plastik menjadi kerajinan bernilai tinggi,” katanya.

Menurut dia sampah kemasan aneka kerajinan berupa tas, dompet, dan tempat handphone dirancang dengan apik.

Dia menjelaskan mendaur ulang sampah kemasan produk berbahan plastik adalah peluang usaha yang baru saja digeluti Veronica. Potongan-potongan berbagai kemasan seperti produk sabun, minuman, dan makanan ringan dianyam menjadi tas atau dompet.

Menurut Veronica untuk membuat satu tas ukuran besar dibutuhkan waktu dua hari atau hampir seminggu.

Veronica menjelaskan satu buah tas bisa dijual dengan harga Rp50.000 hingga Rp100.000, padahal bahan bakunya sangat mudah didapat dengan cuma-cuma.

Dia tidak pernah menyangka kalau kemasan plastik yang dulu selalu dibuang ternyata bisa diolah menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia