Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

ENTREPRENEURSHIP: Membangun brand kunci kesuksesan wirausaha Dagadu

Oleh on Sunday, 6 May 2012

YOGYAKARTA : Sebuah usaha perlu dijalankan dengan membangun sebuah brand atau identitas produk, guna membangun kepercayaan kepada konsumen dan untuk membedakan dengan produk pesaing.

Direktur  PT Aseli Dagadu, Akhmad Noor Arief mengatakan bersaing dalam menjual produk tidak lagi hanya berbicara harga, namun lebih kepada bersaing di benak konsumen. Bagaimana sebuah merek produk bisa melekat pada benak konsumen.

“Sebanyak 76% pembelian sebuah produk lebih didasarkan pada motif psikologis daripada ekonomi.
Harga produk jadi faktor kesekian kali,” ujarnya dalam Seminar Kewirausahaan yang diadakan oleh Pemuda Pemuda Muhammadiyah (PM), Nasyiyatul Aisyiyah (NA), Ikatan Pelajar Muhammadiyah cabang Kotagede di aula CIS Kotagede Yogyakarta hari ini.

Setelah membuat brand, lanjutnya, bahkan produk yang berbeda harus bersamaan dengan membangun kepercayaan konsumen.

“Semua pilihan produk selalu kembali pada kepercayaan. Bisa dimulai dengan berupaya menemukan dan menyajikan apa yg menjadi ekspektasi pelanggan,” tuturnya.

Di depan sekitar 60 remaja dan pemuda di Kotagede dia menuturkan berwirausaha itu ibarat seperti jadi kepala ayam. Sekecil apapun usaha, sebagai pengusaha tetap menjadi kepala yang menentukan, inisiatif dan konsekuensi. Berbeda dengan menjadi pekerja yang yang ibaranya menjadi ekor yang hanya mengikuti.

“Berwirausaha punya potensi meraih pendapatan tak terbatas. Kebebasan menentukan nasib sendiri. Ada kepuasan extra (aktualisasi diri) dan sikap mental mandiri, “ujar pengusaha yang terkenal dengan produknya Kaos Dagadu yang kini menjadi icon oleh-oleh khas Yogyakarta ini.

Tantangannya, dia menambahkan selalu seperti sekeping mata uang. Ada pula kemungkinan pendapatan yang tidak pasti. Bekerja lebih lama dan lebih keras. Tanggung jawab terhadap orang lain jadi lebih besar. Selain itu, Jika belum dapat untung, untuk menggaji pegawai juga cari sumber pendapatan lain.

“Namun, ketika usaha telah berkembang maju, untung bisa berlipat-lipat,” tuturnya.

Menurutnya, anggapan kesuksesan berwirausaha didapatkan dari keberuntungan tidaklah benar. Berdasarkan rumus keberuntungan adalah residu dari perencanaan yang matang dan pengalaman.

Owner Catering Ibu Supardi (CIS), Evi menilai berwirausaha dimulai dengan langsung terjun ke dunia usaha dan selalu berpikir positif. Ketekunan ini dibarengi dengan ibadah yang kuat. Usaha CIS sendiri telah dimulai sejak 1980 yang dirintis oleh ibunya  yang saat ini telah dia kembangkan hingga maju pesat. (k42/rsj)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia