KULONPROGO: Kursi berbahan kulit kambing produksi Lendah, Kulonprogo kini menembus pasar Australia.
Wakijan pemilik usaha tersebut menggatakan semula hanya memiliki usaha mebel sejak pertengahan 1990-an, akan tetapi akhirnya gulung tikar, karena membutuhkan dana yang tidak sedikit.
“Setelah usaha mebel seret, pada 2009 saya mulai beralih membuat meja dan kursi dari limbah bekas kayu yang tidak terlalu membutuhkan dana yang besar,” ujarnya.
Salah satu kreasinya yakni membuat kursi dengan bahan berlapis kulit kambing.
Ide awalnya membuat kreasi-kreasi seperti ini didapat ketika Wakijan berkeliling ke daerah Kasongan, Bantul. Di daerah itu melihat banyak produk-produk mebel yang dibuat dari bahan limbah seperti
potongan kayu jati dan sebagainya.
Di sekitar rumahnya, banyak tumbuh pepohonan jati. Ranting serta kayu-kayu dari pohon jati itulah yang dimanfaatkan Wakijan serta 12 pekerja yang juga merupakan penduduk di sekitar Gulurejo.
“Patut disyukuri, sejak 2009 sampai sekarang makin berkembang, sampai menembus pasar Australia,” tuturnya.
Sampai saat in produk kursi berlapis kulit kambing itulah yang paling diminati di Australia. Proses diminatinya produk Wakijan bermula ketika mulai mempromosikannya ke daerah Kasongan. Setelah itu ada eksportir yang berminat kemudian mengirimkan produk tersebut ke Australia dan ternyata mendapat sambutan yang cukup positif.
Setiap kali pemesanan untuk diekspor, Wakijan bisa mengirimkan setidaknya 1.000 item produk kursi dan meja, umumnya yang dilapisi kulit kambing. Hitung-hitungannya, setiap hari ia bisa membuat 100 produk. Sekali pemesanan, Wakijan bisa meraup untuk hingga jutaan rupiah.
Untuk mendapatkan kulit kambing guna melapisi kursi, biasa didapatkan di daerah Yogyakarta, namun jika ingun mendapatkan dalam jumlah yang cukup banyak harus membeli dari wilayah Sragen.
“Biasanya harga kulit kambingnya tergantung ukuran, bisa sekitar Rp70.000 sampai Rp85.000 pert lembar. Satu kulit kambing bisa dipakai untuk tiga kursi berukuran kecil,” tuturnya.
Sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan Sumber Daya Energi dan Mineral Kulonprogo, Djunianto mengatakan instansinya merencanakan untuk terus mendorong perkembangan industri kreatif, termasuk kerajinan dengan mendirikan showroom.
Salah satunya akan dibangun showroom kerajinan di lokasi Pasar Sentolo baru yang akan dibangun pertengahan tahun ini. (JIBI/Harian Jogja/MG Noviarizal Fernandez/rsj)
