MAGELANG: Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, rencana pemerintah menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak harus disikapi secara rasional.
“Pemahamannya harus utuh jangan terpotong-potong, saya yakin bahwa pemerintah telah mengkaji semua itu dan kebijakan yang terbaik mungkin bantuan langsung sementara masyarakat dalam rangka menyikapi kenaikan harga BBM,” katanya di Magelang, hari ini.
Ia mengatakan hal tersebut usai mendampingi rombongan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menanam padi di Desa Tanjunganom, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.
“Mari berpikir yang baik, rasional, jangan semata-mata menolak,” katanya.
Menurut dia, kebijakan itu bisa direnungkan dengan baik karena dari masyarakat untuk masyarakat atau dari bangsa Indonesia untuk bangsa Indonesia.
“Saya yakin pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyatnya, itu pasti,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, tekad atau kebijakan seperti itu harus didukung semua pihak dengan berpikir jernih.
Ia mengatakan, kalau tidak menaikkan harga BBM cukup berat dalam kondisi harga minyak mentah dunia cukup tinggi.
“Apabila tidak menaikkan harga BBM APBN akan terkoreksi berat sehingga akan berpengaruh pada pembangunan,” katanya.
Ia mengatakan, kalau memang untuk menyesuaikan harga minyak mentah dunia yang sudah tinggi dengan menaikkan harga BBM, tetapi harus ada imbalan kenaikan harga tersebut untuk masyarakat kecil.
“Ternyata pemerintah telah merumuskan hal itu, mari didukung dengan baik, karena dari masyarakat untuk masyarakat. Bangsa Indonesia harus kuat dengan memberdayakan potensi diri sendiri,” katanya. (Ant)
