Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

Pembatik Eropa ikut pameran Warisan yang Hidup

Oleh on Monday, 20 February 2012

SOLO : Sejumlah seniman batik asal Eropa, terutama Jerman ikut ambil bagian memamerkan hasil karya atau koleksinya pada gelaran Pameran Batik Indonesia ‘Warisan Yang Hidup’ yang digelar di Kota Solo.

Pameran Batik yang digelar di Pendapi Gedhe Balaikota Solo mulai 20-29 Februari 2012 tersebut terselenggara melalui organisasi persahabatan antara Jerman – Indonesia ataua Jerin, atas kerjasama Kedutaan Jerman, Goethe-Institute dan Ekonid (Kamar Dagang Indonesia – Jerman).

Jerman-Indonesia (Jerin), adalah organisasi yang bertujuan merekatkan masyarakat Jerman dan Indonesia dengan melakukan kerjasama dalam bidang kebudayaan, ekonomi, pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Jerin Project Officer Tuti Pratiwi mengatakan beberapa seniman asal Eropa, terutama Jerman yang turut memamerkan karya seninya di bidang batik itu antara lain Rudolf G Smend, Annnegrt Haake, Joachim Blank, Peter Wenger, Rita Trefois, Brigitte Willach, dan Freitz Donart.

“Para kurator dan seniman batik asal Eropa ini sangat conern terhadap perkembangan batik dan mereka sangat mengapresiasi batik sebagai sebuah karya seni tradisional luhur warisan dunia yang hidup sampai saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menciptakan hasil karyanya itu, mereka menempuh perjalanan penelitian mendalam ke Indonesia untuk mempelajari teknik pembuatan batik. Kemudian, selain hasil karya seniman batik Eropa itu, lanjutnya juga turut dipamerkan buatan seorang perintis batik modern Indonesia, Iwan Tirta.

Menurutnya acara yang digelar dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan bilateral Jerman – Indonesia, serta HUT Kota Solo ke-267 ini dimaksudkan sebagai wadah edukasi bagi masyarakat tentang betapa sangat berharganya batik.

“Batik sebagai warisan budaya dunia bukan sekedar selembar kain bermotif, namun lebih dari itu banyak terkandung makna dibalik pembuatannya,” ujarnya.

Selain itu, Jerin melalui program Clean Batik Iniciative atau Inisiasi Batik Bersih yakni program yang bertujuan mengurangi dampak negative terhadap lingkungan yang disebabkan oleh produksi batik, sekaligus memaksimlakan keuntungan UKM, serta meningkatkan kondisi kerja dan keselamatan pekerja produksi batik.

“Saat ini telah berhasil menyelesaikan pelatihan di Jateng dan telah mendukung 300 SME (Small Medium Enterprise) atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Pameran tersebut secara resmi dibuka oleh Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Republik Federal Jerman Indonesia, Mrs. Tempel (kanan ke kiri) bersama Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Suharto dengsan melakukan pengguntingan untaian melati. (Dot)

Comments are closed

  • No categories
BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia