Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

Sosialisasi jajan dan makanan sehat

Oleh on Thursday, 13 October 2011

BANTUL: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengumpulkan pedagang jajanan untuk sosialisasi tentang makanan sehat menyusul puluhan siswa yang diduga keracunan minuman yang dibeli dari pedagang saat kegiatan Hari Ulang Tahun TNI, beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi pelajaran buat kita semua, saya akan kumpulkan pedagang untuk diberi sosialisasi agar menyediakan jajanan yang sehat, sehingga kejadian itu tidak terulang,” kata Bupati Bantul, Sri Suryawidati di Bantul, Kamis tadi.

Menurut dia, berbagai pengarahan terhadap pedagang jajanan keliling memang pernah dilakukan, di antaranya melewati kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), maupun melalui dinas terkait.

“Dulu, memang pernah saya kumpulkan untuk mendapatkan sosialisasi melalui Dinas Kesehatan Bantul, dan mungkin perlu diulangi kembali, apalagi saat ini banyak pedagang jajanan yang asal cari rezeki,” katanya.

Bupati meminta masyarakat juga aktif dalam mengawasi, karena ini juga merupakan tugas dari semua masyarakat kalau melihat anak jajan yang aneh-aneh supaya ditegur.

Di samping itu, kata dia pihak sekolah juga ikut mengawasi terhadap pedagang jajanan yang hendak masuk di lingkungan sekolah, dengan tidak membolehkan masuk mereka dan pintu selalu ditutup.

“Kalau di sekolah itu kan tidak boleh masuk pedagangnya dan sudah ada kantin kejujuran, sehingga pintu selalu ditutup dan kami minta orang tua ikut mengawasi kalau anak sudah pulang jangan jajan yang aneh-aneh,” katanya.

Menurut Bupati, dugaan keracunan minuman yang dialami puluhan siswa usai mengonsumsi jajanan minuman yang dibeli dari pedagang di lapangan desa saat kegiatan Hari Ulang Tahun TNI beberapa waktu lalu menjadi pelajaran bersama.

“Memang minuman yang dijual itu menarik bagi anak, kalau tidak salah es puter, dan usai kejadian itu pihak TNI terus koordinasi, begitupun saya setiap waktu berkomunikasi ke Dinkes, dan saya bersyukur tidak apa-apa,” katanya.

Seperti diberitakan, puluhan anak yang sebagian besar siswa sekolah dasar di sejumlah kecamatan di antaranya Pundong, Bambanglipuro dan Kretek beberapa waktu lalu mengeluhkan gejala yang sama, yakni mual-mual, pusing dan diare.

“Saya dengar kabar itu melalui petugas kesehatan puskesmas di tiga kecamatan yakni Pundong, Kretek dan Bambanglipuro,” kata Kasi Surveilans Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Bantul Widayati.

Menurut dia, rata-rata keluhan anak-anak itu muncul sekitar 10 jam hingga 30 jam usai mengonsumsi jajanan minuman yang dijual pedagang dalam rangka HUT TNI yang digelar di berbagai lapangan desa di tiap kecamatan, beberapa waktu lalu.

“Pasien diduga mengalami keracunan minuman karena sebelumnya mereka telah membeli jajanan minuman yang dijual di lapangan saat ada acara tidak jauh dari daerah itu,” katanya. (Ant)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia