KLATEN: Lahan pertanian dengan luas total 6.593 hektare di beberapa kecamatan di Kabupaten Klaten, akan ditanami padi jenis Inpari 13 yang terbukti sebagai varietas tahan serangan wereng batang cokelat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Wahyu Prasetya di Klaten, Kamis, mengatakan bahwa penanaman padi dengan varietas tersebut akan dilakukan secara serempak.
“Penanaman perdana varietas Inpari 13 pada musim tanam awal November mendatang dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selang tiga bulan selanjutnya panen perdana akan dilakukan Menteri Pertanian,” katanya.
Dia mengatakan, delapan kecamatan masuk daftar wilayah penanaman padi varietas Inpari 13 yakni Karangdowo 525 hektare, Cawas 525 hektare, Ceper 525 hektare, Pedan 525 hektare, Wonosari 1.400 hektare, Juwiring 525 hektare, Karanganom 1.457 hektare, dan Delanggu 1.116 hektare.
Penanaman padi varietas Inpari 13 akan dipusatkan di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo yang akan diawali dengan pencanangan tanam serempak Inpari 13 oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pekan depan.
“Upaya ini dilakukan untuk mendukung target pencapaian surplus beras nasional sebesar 14 juta ton pada 2014,” katanya.
Saat ini, kata dia, pencapaian surplus beras di Jawa Tengah telah mencapai angka 600 ribu ton, sehingga dengan ditanamnya padi jenis Inpari 13 diharapkan jumlah panenan meningkat dan dapat menaikkan jumlah surplus.
Sebelumnya, padi Inpari 13 diujicoba ditanam di Kecamatan Polanharjo, Klaten, dan dinyatakan berhasil karena terbukti tahan terhadap serangan wereng sehingga hasil panennya melimpah.
Langkah menanam padi jenis Inpari 13 ditempuh karena sebelumnya ribuan hektare tanaman padi di Klaten mengalami gagal panen akibat serangan wereng batang cokelat yang mengganas dan mengakibatkan kerugian besar di tingkat petani.
Distan setempat optimistis bahwa penanaman serempak padi Inpari 13 di Klaten akan menekan jumlah populasi wereng yang menyerang tanaman padi. (Ant)
