GUNUNG KIDUL: Produk kerajinan akar wangi dan bambu di Dusun Kepek, Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul, DIYkini mampu menembus pasar di negara kawasan Eropa dan Amerika.
Perajin sentra kerajinan akar wangi dan bambu “Graha Seni” Wakimin asal Gunung Kidul mengatakan produk kerajinan sentra tersebut telah diekspor ke sejumlah negara, seperti Perancis, Argentina, dan New Zealand sejak 1990 hingga 1991.
“Pemesanan produk kerajinan ini dari luar negeri biasanya ramai pada November,” ujarnya hari ini.
Dia mengatakan pembeli dari luar negeri menyukai kerajinan akar wangi karena memiliki keunggulan dari sisi keunikan bentuk dan aroma wangi produk.
“Perawatan kerajinan akar wangi mudah sehingga semakin digemari di pasaran luar negeri. Produk kerajinan yang mulai kering bisa disemprot menggunakan air untuk mengembalikan aroma produk,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, kerajinan berbahan dasar tanaman akar wangi ini, bisa dibentuk sesuai selera pemesan.
Menurut dia, omzet penjualan produk kerajinan setiap bulan bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Sementara itu, perajin lain dari dusun yang sama, Parmin, mengatakan perajin umumnya setiap bulan mampu mengirim ratusan ribu unit produk kerajinan berbagai bentuk ke luar negeri.
“Para pembeli produk dari luar negeri biasanya memesan barang sesuai pola yang mereka inginkan, seperti hiasan berbentuk kuda, kipas,” ujarnya.
Perajin lain, Samat, mengatakan mulai mengirim produk kerajinan akar wangi dan bambu sejak 1990an.
Dia mengatakan perajin setempat pada awalnya mengikuti berbagai pameran ke Jakarta, Bali dan Batam sehingga mengenal pasar internasional.
“Kami bekerja sama dengan perantara untuk memasarkan produk kami ke luar negeri karena selama ini terkendala bahasa,” katanya.
Menurut dia, harga produk kerajinan akar wangi dan bambu miliknya bervariasi, yakni dari Rp900 hingga Rp1,5 juta. (ant/rsj)
