Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

Petani Pemalang pasang sumur pantek

Oleh on Sunday, 14 August 2011

PEMALANG: Petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak beberapa bulan terakhir kesulitan air untuk mengairi lahan pertaniannya, sehingga terpaksa memompa air dari sumur pantek di sekitar areal sawah.

Maridi (46), petani warga Beji Kecamatan Taman, Sabtu, mengaku, sudah hampir satu bulan kesulitan mendapat air untuk mengairi tanaman padinya yang mulai berbunga, sehingga khawatir tanaman akan mati dan mengalami gagal panen akibat kekeringan.

“Saya bersama beberapa petani lain terpaksa menggunakan pompa air untuk mengairi sawah, karena saluran irigasi sudah tidak mengalir lagi, sementara tanaman padi butuh air yang cukup karena sedang masa pertumbuhan,” katanya.

Menurut dia, meskipun setiap pagi hingga sore pompa dioperasikan namun tetap belum dapat memenuhi kebutuhan untuk mengairi belasan hektare lahan pertanian di areal tersebut, sehingga kondisi lahan mulai retak-retak akibat kekurangan air.

“Jika kesulitan air berlangsung hingga dua-tiga pekan ke depan, belasan hektare sawah diperkirakan bakal mengalami gagal panen akibat kekeringan, karena sebagian lahan yang mengalami kekeringan tersebut sudah berbunga dan berbuah,” katanya.

Sementara itu, menurut Rohman (40), petani warga Taman Pemalang, petani di wilayah Kecamatan Taman terutama areal pertanian bagian utara, sejak beberapa pekan terakhir terpaksa menggunakan pompa air karena lahan pertanian mereka mengalami kekeringan akibat saluran irigasi telah mengering serta curah hujan rendah.

“Tanaman padi menjelang berbuah membutuhkan pengairan yang cukup, sehingga jika kondisinya kekurangan air seperti saat ini, hasil panen tidak akan maksimal, bahkan kemungkinan terjadi gagal panen,” katanya.

Menurut dia, para petani terpaksa menggunakan pompa air sebagai upaya untuk mempertahankan dan membantu pertumbuhan padi agar tidak mati akibat kekeringan.

Sementara itu, Trisno (34), warga Desa Klarean Kecamatan Petarukan, mengatakan, sudah lebih dari dua bulan dirinya kesulitan mendapat air untuk mengairi lahan pertanian sehingga tanaman padi seluas 1,25 hektare miliknya terancam gagal panen.

“Meskipun sudah menggunakan pompa air, hingga kini kesulitan petani belum dapat teratasi karena sumur pompa di daerah tersebut hanya mampu mengairi beberapa hektare lahan,” katanya.

Dia mengatakan, sejak saluran air tidak mengalir dan para petani mengandalkan pompa air untuk mengairi lahan pertanian, tanaman padi yang telah berbunga dan berbuah pertumbuhannya menjadi terganggu, antara lain daun tidak lagi berwarna hijau segar namun agak kekuningan, bulir-bulir padi juga tidak terisi penuh.

“Kalaupun dapat memanen dipastikan hasilnya akan turun karena kekurangan air, tidak seperti tanaman padi yang cukup air,” katanya. (Ant)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia