Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

Hotel dilarang pajang minuman beralkohol

Oleh on Wednesday, 3 August 2011

YOGYAKARTA : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) D.I. Yogyakarta menghimbau hotel bintang maupun melati untuk tidak memajang minuman beralkohol selama Ramadhan demi menghormati bulan suci tersebut.

Ketua PHRI DIY, Istidjab M Danunagoro mengatakan meski menghimbau minuman beralkohol tidak dipajang (display), namun hotel tentunya tetap diperbolehkan menjual atau menyediakan minuman tersebut untuk para tamu.

“Mengingat tamu yang menginap di hotel tidak hanya berasal dari domestik saja tetapi juga berasal dari luar negeri dan dari beragam agama, sehingga minuman beralkohol tetap tersedia bagi yang berminat,”jelasnya, tadi.

Dia menjelaskan untuk tempat hiburan di hotel seperti pub dan lounge akan tetap buka selama Ramadhan karena hanya sebatas memberikan fasilitas kepada para tamu hotel, bukan hiburan umum seperti cafe.

“Hiburan di hotel akan menyajikan pertunjukan dengan pakaian yang sopan. Para karyawan juga mengenakan busana yang sopan dan sebisa mungkin berbaju muslim sehingga menghargai para tamu yang menjalankan ibadah puasa,”ujarnya.

Suasanan hotel pada bulan Ramadhan, lanjutnya, biasanya akan lebih bernuansa islami melalui kreasi desain ruangan dan pernak-pernik yang dipasang di sudut-sudut hotel.

Tempat hiburan di hotel yakni pub dan lounge, lanjutnya, dibuka mulai pukul 22.00 hingga 24.00 WIB. Di tempat-tempat tersebut juga memberikan diskon untuk makanan dan minuman antara 10%-20% guna menarik minat tamu karena biasanya di bulan puasa tamu sepi.

“Pub dan lounge yang buka saat pagi hingga sore hanya sebatas menyedikan minuman kopi dan teh, tidak minuman beralkohol. Untuk hotel non bintang memang tidak diperbolehkan menjual minuman berakhohol karena mereka belum memiliki ijin untuk menjual minuman keras,”terangnya.

Saat Ramadhan, kata dia, tepat mulai malam 1 Ramadhan hingga H-3 Lebaran, okupansi hotel bisa turun drastis hingga 50% dari hari biasa, dengan rata-rata okupansi hanya sekitar 40% saja. Menghadapi sepi tamu, sejumlah hotel akan menawarkan beragam paket diskon.

“Baru nanti saat mendekati lebaran antara H-3 hingga H+5 hotel akan mengambil moment saat ramainya tamu mudik atau transit di Yogyakarta dengan menerapkan surcharge antara Rp100.000 hingga Rp300.000,”jelasnya. (Dot)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia