SEMARANG: Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazaly mengatakan uji kelaikan telah dilakukan sejak akhir Juni, mencakup syarat laik dari sisi teknis, administrasi dan keselamatan.
Namun, Komisaris PT Trans Marga Jateng Danang Atmodjo berkali-kali membantah informasi tersebut.
“Belum, belum diadakan uji kelaikan. Sampai sekarang masih pemantauan terhadap ruas yang baru selesai diperbaiki. Saya belum tahu persis kapan dilakukan (uji kelaikan),” katanya tadi.
Seperti diketahui, seluruh tol seksi I telah rampung dikerjakan, termasuk ruas ruas Gedawang-Susukan km STA 5+500-5+750 yang retak dan ambles sepanjang 200 m pada Maret lalu.
Kendati begitu, dia optimistis tol dapat dioperasikan pada H-7 Lebaran, meskipun uji kelaikan membutuhkan waktu sedikitnya satu bulan.
“Kita coba supaya H-7 sudah bisa kita gunakan supaya tidak terjadi kemacetan. Nanti secara teknis kan bisa. Mohon doa restu saja,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Jateng itu.
Di sisi lain, Danang memastikan pembangunan seksi II (Ungaran-Bawen) akan memasuki tahap konstruksi dalam beberapa pekan mendatang, menyusul segera diterbitkannya surat perintah kerja (SPK) oleh PT Trans Marga Jateng
Pengerjaan tol sepanjang 9 km itumenelan dana sekitar Rp900 miliar atau lebih kecil dibanding dengan seksi I yang menghabiskan biaya lebih dari Rp1 triliun.
Serupa dengan seksi I, pengerjaan seksi II akan dilakukan oleh tiga kontraktor, yakni paket empat oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), paket lima oleh PT Waskita Karya dan paket enam oleh PT Adhi Karya.
“Setelah SPK diterbitkan, maka tiga kontraktor tersebut harus segera menyiapkan material bangunan dan mengirim alat-alat berat ke lokasi pembangunan,” tuturnya. (DOT)
