SEMARANG: Laju inflasi di Jateng pada Juni lalu diperkirakan masih mendapat tekanan cukup tinggi, akibat harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok mengalami peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadhan mendatang.
Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga (TPPH) Provinsi Jateng menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga selama Juni, di antaranya beras, daging ayam potong, telur ayam ras, bawang merah dan kacang tanah.
Kenaikan harga komoditas itu, diperkirakan akan semakin menekan inflasi lebih tinggi, dibanding bulan lalu yang mencapai sebesar 0,05%.
Sekretaris Tim TPPH Jateng Herdiana AW mengatakan kenaikan harga beras itu perlu mendapat perhatian, meskipun produksi beras di Jateng masih relatif aman, mengingat komoditas ini merupakan bahan pokok makanan yang memiliki pengaruh kuat.
Berdasarkan informasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jateng, tingkat produksi beras pada periode Mei-Agustus diperkirakan mencapai 3,9 juta ton dan menurun pada periode September-Desember menjadi sebesar 1,6 juta ton.
Adapun stok beras di Bulog Divre Jateng hingga 27 Juni mencapai 101.089 ton setara beras atau mencukupi untuk kegiatan operasional Bulog sampai dengan pertengahan September, sedangkan penyaluran raskin telah mencapai 281.000 ton atau 54,11% dari pagu 2011.
”Melihat perkembangan harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, diperkirakan terjadi inflasi pada Juni dan lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Risiko peningkatan tekanan inflasi juga diperkirakan masih terjadi pada bulan mendatang,” ujarnya, kemarin.
Herdiana menuturkan jalur distribusi secara umum tidak mengalami masalah serius, sebab pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan di Jateng direncanakan selesai sebelum masa angkutan Lebaran.
“Khusus perbaikan jembatan Pabelan yang menghubungkan Jateng-DIY itu, sudah selesai dilaksanakan dan dapat dilewati oleh semua jenis kendaraan bermotor,” tuturnya.
Selain kenaikan permintaan kebutuhanan menjelang puasa dan Idul Fitri, risiko inflasi pada beberapa bulan mendatang juga dipicu oleh kenaikan biaya pendidikan dan kenaikan tarif rumah sakit umum daerah.
Untuk mengendalikan harga di daerah, lanjutnya, TPPH merekomendasikan agar seluruh pihak melakukan persiapan secara menyeluruh, agar kenaikan harga dapat lebih terkendali.
“Kegiatan seperti pasar murah dapat lebih dioptimalkan dengan menyinergikan kegiatan Corporate social responsibility (CSR) dari beberapa institusi dan perusahaan di Jateng. Di samping itu, perlu terus dilakukan monitoring terhadap modus penimbunan yang mungkin terjadi menjelang bulan puasa hingga Lebaran,” ujarnya.
Selain itu, dia mengingatkan perlu pula pengembangan sistem informasi yang lebih terpadu mengenai kondisi pasokan dan distribusi beberapa komoditas bahan pokok, agar pengambilan kebijakan dapat dilakukan lebih baik dan terarah.
Sementara, pantauan Bisnis di sejumlah pasar tradisional di Semarang seperti Pasar Johar, Peterongan, Gayamsari, Drgo dan Karangayu menunjukkan harga komoditas beras dan telur ayam ras mulai mengalami kenaikan, akibat adanya ekspektasi permintaan bakal meningkat menjelang puasa.
Harga beras C4 super di Pasar Johar misalnya, kini mencapai Rp7.000-Rp7.500 per kg, dari semula pekan lalu hanya Rp6.500-Rp7.000 per kg, sedangkan beras mentik wangi harganya naik menjadi Rp8.000 per kg dari semula hanya Rp7.400 per kg.
“Kenaikan harga beras sudah terjadi hampir sepekan ini. Menjelang puasa sudah merupakan hal yang umum, di mana dari pedagang distributor harga barang sudah lebih mulai dinaikan. Saya hanya ambil untung sekitar Rp500 per kg,” tutur Ratmi, pedagang beras di Pasar Johar, kemarin.
Harga telur juga sudah naik secara bertahap dari semula Rp15.000 per kg menjadi Rp17.000 per kg selama sepekan terakhir ini.
“Sejak pekan lalu, harga telur terus naik. Hampir setiap hari naik Rp500 per kg, meski bemul terlihat adanya lonjakan permintaan. Kalau biasanya sehari hanya terjual tiga sampai empat peti (isi 10 kg per peti), sekarang meningkat mencapai lima peti,” kata Dini, pedagang telur di Pasar Johar.
Di Pasar Peterongan, harga telur ayam ras melejit menjadi Rp16.000 per kg dari semula Rp12.000 per kg dua pekan lalu. Harga beras C4 super juga naik dari semula Rp6.500 per kg menjadi Rp6.800 per kg. (k39/k16)
