SLEMAN: Pascabanjir lahar dingin melalui aliran Sungai Gendol yang membelah Dusun Ngerdi, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pemerintah daerah akan mendisain ulang wilayah tersebut untuk mengurangi risiko jangka panjang.
“Di tengah perkampungan tersebut saat ini masih dialiri air bercampur material lahar dingin yang disebut aliran Sungai Gendol baru,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Widi Sutikno, Minggu.
Menurut dia, pihaknya saat ini sudah berupaya melakukan normalisasi aliran sungai dengan membuat “guide chanel” untuk mengarahkan aliran air Sungai Gendol agar bisa kembali ke jalur semula.
“Kami perkirakan akhir Mei ini aliran itu bisa ditutup dan dikembalikan pada jalur semula yang melalui sebelah timur Dusun Ngerdi,” katanya.
Da mengatakan, dalam kegiatan normalisasi aliran sungai tersebut pihaknya juga mempertimbangkan resiko jangka panjang jika aliran Sungai Gendol baru tersebut dikembalikan pada jalur yang lama.
“Memang sementara ini kami akan menutup aliran barui ini, namun ke depan bisa saja dibuka lagi, untuk itu kami akan lakukan disain ulang untuk melihat dan mengevaluasi kemungkinan adanya risiko yang lebih buruk,” katanya.
Widi mengatakan, perkampungan Ngerdi dan aliran Sungai Gendol dilakukan disain ulang karena wilayah tersebut berada di titik lurus aliran Sungai Gendol.
“Berbagai hal bisa terjadi menyangkut bahaya banjir lahar, bisa saja aliran banjir lahar nanti tidak mau berbelok mengikuti ‘guide chanel’ dan kembali menerjang dusun Ngerdi,” katanya.
Dia mengatakan, jika memang aliran tetap seperti semula maka aliran baru bisa ditutup dan didirikan bangunan sipil kembali seperti sebelum diterjang banjir.
“Tapi nanti akan dibahas lagi mengenai desaian ulang ini, yag kami pertimbangkan adalah risiko baik untuk saat ini maupun yang akan datang,” katanya.(Ant)
