SEMARANG: Universitas Diponegoro Semarang menetapkan kuota mahasiswa baru dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tertulis lebih ‘gemuk’ dibandingkan jalur undangan.
Rektor Undip, Sudharto P. Hadi mengatakan untuk SNMPTN tertulis disediakan kuota sebanyak 3.768 mahasiswa, sedangkan SNMPTN undangan 1.330 mahasiswa.
“Kuota dari SNMPTN tertulis dan undangan itu kalau ditotal mencapai 60% dari keseluruhan kouta mahasiswa baru, sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan Nasional,” katanya tadi.
Dia menyebutkan daya tampung mahasiswa Undip setiap tahunnya sekitar 8.000 orang, dikurangi kuota mahasiswa dari SNMPTN sekitar 5.000 mahasiswa, kuota dari ujian mandiri tinggal 3.000 orang.
Menurut dia, kebijakan untuk lebih memperbanyak mahasiswa dari SNMPTN tertulis dibandingkan SNMPTN undangan dimaksudkan untuk menciptakan persaingan secara sehat antar-calon mahasiswa.
“Kalau SNMPTN jalur tertulis kan ada tesnya, sementara SNMPTN jalur undangan tidak melalui tes, namun langsung dinilai dari prestasi akademik siswa, seperti nilai rapor,” katanya.
Penerimaan mahasiswa melalui SNMPTN undangan, kata dia, sebenarnya wujud penghargaan dan kepercayaan perguruan tinggi atas jerih payah sekolah dan guru dalam mendidik para siswanya.
Kalau dibandingkan penerimaan mahasiswa baru tahun lalu, kata dia, kuota mahasiswa Undip dari SNMPTN mengalami kenaikan, sebab tahun lalu kuota mahasiswa SNMPTN hanya sebesar 30%.
Pendaftaran SNMPTN tertulis dimulai pada 2-24 Mei 2011 melalui sistem “online”, namun Undip tetap menyediakan pusat pelayanan bagi pendaftar yang lebih memilih datang langsung ke Undip.
“Sebenarnya tidak usah datang (ke Undip, red.) bisa, tinggal mendaftar lewat internet. Namun, banyak pendaftar yang merasa lebih mantap jika datang langsung untuk mendaftar,” kata Sudharto.
Berbeda dengan Undip, Universitas Negeri Semarang justru memperbanyak kuota mahasiswa dari SNMPTN undangan dibandingkan SNMPTN tertulis dengan total 90% dari keseluruhan mahasiswa yang diterima.
Pembantu Rektor I Unnes, Agus Wahyudin menyebutkan kuota mahasiswa dari SNMPTN ditetapkan 90%, dan 10% sisanya akan diambilkan dari jalur mandiri.
“Dari 90% kuota mahasiswa lewat SNMPTN itu, dibagi untuk SNMPTN undangan 50% dan SNMPTN tertulis 40%. Untuk SNMPTN undangan akan ada sekitar 3.400 mahasiswa yang diterima,” kata Agus.
