BOYOLALI: Warga Dukuh Bumisari, Desa Bandungan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, melakukan aksi menebar ikan lele di kubangan jalan rusak di daerah tersebut.
Jati, 45, warga Desa Bandungan, di Boyolali, mengatakan, mereka menebar ikan lele dan menanam pohon pisang di sejumlah lubang jalan rusak di desa setempat sebagai bentuk protes, karena jalan rusak ini sudah lama tidak diperbaiki.
“Aksi warga ini agar pemerintah memperhatikan, sehingga akses jalan desa itu tidak terganggu akibat rusa parah,” kata Jati tadi.
Jati mengatakan, jalan desa tersebut dulunya kondisinya sangat mulus dan pada musim hujan terakhir ini mendadak berubah menjadi lubang-lubang berdiameter sekitar 30-50 centimeter (cm). Jika hujan turun lubang itu berubah menjadi kubangan lumpur.
Menurut dia, kondisi jalan rusak di desa tersebut sepanjang sekitar delapan kilometer. Jalan itu menghubungkan sejumlah, seperti Bandungan, Garangan, Bercak, Bengle, Repaking, dan Gunungsari, di Wonosegoro.
Bahkan, akibat kondisi jalan yang rusak tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas terutama saat turun hujan. Lubang jalan tidak kelihatan tertutup air hujan.
Kamti, 40, Desa Bandungan lainnya, mengatakan, warga berharap dengan aksi menyebarkan ikan lele dan menanam pohon pisang di jalan yang berlubang segera ada perhatian dari pemerintah daerah.
“Jalan rusak ini sudah banyak menjadi korban kecelakaan, Sehingga warga meminta agar segera diperbaiki,” katanya.
Menurut dia, rusaknya jalan tersebut dimungkinkan akibat banyak truk-truk yang melintas saat musim hujan ini. Sehingga, mempercepat jalan menjadi rusak.
Sementara warga setelah menyebar ikan lele di jalan yang berlubang kemudian ditanam pohon pisang dengan diberikan tanda tulisan “Mancing Lele Gratis”.
Menurut Wakil Bupati Boyolali, Agus Purmanto, pihak pemkab telah berupaya memperbaiki infrastruktur jalan dan pengairan utamanya di Boyolali utara, tetapi belum semuanya dapat diselesaikan.
Pihaknya telah memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Kemusu, Boyolali utara, hingga kini sudah hampir selesai sekitar 80 persen, sedangkan wilayah lain akan menyusul.
Kendati demikian, Wabup meminta kepada warga hendaknya ikut menjaga agar jalan dapat lebih awet, terutama melarang truk-truk pasir yang bermuatan melebihi tonase. (Ant)
