Buy Cytotec
Buy xenical
buy singulair 10mg
Home
 

Sleman bangkitkan wisata jathilan

Oleh on Tuesday, 5 April 2011

SLEMAN:  Warga lereng Gunung Merapi di Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata melalui kegiatan kesenian jathilan.

“Dusun Kaliadem ini sebelumnya memang merupakan daerah wisata alam Gunung Merapi yang banyak digemari wisatawan, kemudian erupsi Gunung Merapi 2006 membuat sebagian lahan wisata alam rusak akibat tertimbun lahar Gunung Merapi sehingga kami kemudian mengembangkan wisata lava tour Merapi. Namun saat ini wilayah Kaliadem sudah benar-benar luluh lantak akibat erupsi Gunung Merapi 2010,” kata Koordinator pengelolaan wisata Kampung Kaliadem Mahmudah Nurul Hidayah, Selasa tadi.

Menurut dia, warga Kaliadem yang saat ini tinggal di Shelter atau hunian sementara Dusun Gondang, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan mencoba untuk bangkit kembali melalui kesenian jathilan yang sejak dulu telah menjadi ikon Dusun Kaliadem sebagai pelengkap sajian wisata alam di wilayah tersebut.

“Melalui kesenian jathilan ini kami mulai merintis pengembangan sektor pariwisata yang selama ini terpuruk akibat erupsi Gunung Merapi 2010. Dengan harapan agar objek wisata yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Sleman kembali bangkit dan mampu menarik minat wisatawan hingga dapat menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat yang tengah dalam proses pemulihan,” katanya.

Dia mengatakan, semangat warga untuk bangkit dan menghidupkan kembali objek wisata Kaliadem cukup tinggi dan berbagai upaya kini dilakukan baik merintis kegiatan warga yang selama ini lumpuh.

“Kami berharap langkah warga ini bisa direspon pemerintah, sehingga kami dibantu baik dalam pemasaran maupun fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Mahmudah mengatakan, program pengelolaan objek wisata tersebut kini dilakukan secara komunal di hunian sementara Gondang melalui berbagai kegiatan seperti budidaya ternak, sayur-sayuran dan perikanan.

“Bahkan kini mulai dirintis koperasi, sanggar anak Merapi, balai anak dan berbagai kesenian tradisional yang menjadi salah satu ikon kesenian jathilan‘. Program yang telah berhasil dikembangkan akan dikemas menjadi paket wisata dan diikuti dengan pembangunan ‘home stay’, namun pengembangan potensi kesenian ini masih terkendala fasilitas,” katanya.

Ngadiran, 32, warga Kaliadem mengatakan, kesenian jathilan Trusto Wilogo Kaliadem pernah meraih prestasi hingga tingkat nasional.

“Erupsi Merapi 2010 mengakibatkan seperangkat alat musik dan gamelan serta kostum hilang tertimbun material. Meski sebagian alat dapat ditemukan tetapi kondisinya sudah tidak dapat digunakan lantaran nadanya sumbang,” katanya.

Sedangkan untuk membeli secara swadaya warga belum mampu sebab harganya cukup mahal mencapai Rp15 juta rupiah. Dia berharap bantuan dari donatur maupun dinas terkait agar bisa memfasilitasi.(Ant)

Comments are closed

BISNIS JATENG ONLINE

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
© Copyright 2011 Bisnis Indonesia